Melalui Cloud Service, Layanan Tokopedia Lebih Tahan Uji

Tokopedia saat ini dapat melayani 90 juta pembeli dan 60 juta penjual.
Image title
Oleh Doddy Rosadi - Tim Publikasi Katadata
20 Oktober 2021, 08:59
 Tokopedia saat ini dapat melayani 90 juta pembeli dan 60 juta penjual.
Katadata

Tokopedia sebagai sebuah Ekosistem Super yang memiliki berbagai fitur dan halaman produk, tidak luput dari cloud service. Software Engineer in DevOps Tokopedia, Abraham Gavrillo mengatakan, pihaknya tidak lepas dari cloud service karena skala Tokopedia saat ini melayani 100 juta pengguna aktif bulanan dan 11 juta penjual.

"Enggak mungkin itu semua akses Tokopedia bersamaan kan dalam satu hari. Tentunya akan tersebar, kadang sepi, kadang ramai, lalu kalau ada event seperti Tokopedia WIB, akan naik lagi. Sehingga dengan adanya cloud itu, kita bisa dengan mudah scale in, scale out, bisa juga scale up dan scale down, jadi sesuai kebutuhan traffic. Jadi kita memang harus meletakan service dan server kita di cloud," kata dia pada Start Summit Extension Oktober: How Alicloud Facilitates DevOps Culture, Selasa (19/10).

Abraham mengatakan, Tokopedia tidak hanya menggunakan satu cloud, karena berbagai tujuan dan alasan tertentu. Misal terkait dengan bisnis, teknis, dan yang paling penting adalah reliabilitas. 

Menurutnya, dengan cara menyebar berbagai service di macam cloud, maka diharapkan layanan Tokopedia bisa lebih resiliensi dari sebelumnya. "Sehingga biasanya arsitektur kita yang seperti ini disebut dengan multi cloud," ucap dia. 


Ia menjelaskan, antara engineer dengan cloud dapat dijembatani menggunakan artifacts, namun diawali dengan proses Systems Development Life Cycle (SDLC), yang merupakan siklus hidup pengembangan sebuah sistem.


Namun demikian, SDLC juga memiliki beberapa tahapan termasuk planning, design, testing, building, dan deployment.

"Dimana di tengah perjalanan SDLC akan muncul artifact itu, sebagai jembatan antara engineer ke infrastruktur di cloud itu. Deployment suatu service bisa dijembatani oleh artifact ini. Artifact itu hasil keluaran tadi, by product, dari proses SDLC. Jadi akun yang bisa diproduct atau deteksi kita bisa sebut artifact" jelas dia. 

Pada kesempatan itu hadir Siddharth Pandey selaku Solutions Architect, Alibaba Cloud Indonesia. Ia menerangkan bagaimana Alicloud memfasilitasi budaya DevOps. Kemudian, Denny Setiawan selaku Senior Software Engineer in DevOps Tokopedia juga membantu menjelaskan bagaimana pihaknya mengelola artifact. 


START Summit Extension sendiri merupakan rangkaian pembicaraan teknologi oleh Tokopedia, untuk membahas teknologi terkini dan topik terkait teknologi lainnya. Seperti Backend, iOS, Android, Keamanan TI, Platform Web, Skalabilitas, dan Data. 

Acara ini dilakukan setiap bulan melalui live streaming melalui Tokopedia Play, Situs Akademi Tokopedia, dan saluran YouTube Inside Tokopedia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait