Ekonom Milenial Bank Amar Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh

Economist Millennials PT Bank Amar Indonesia Tbk. ("Amar Bank”) Rachel Elizabeth Hosanna optimistis
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
22 Februari 2021, 13:20
Amar Bank
Amar Bank

Jakarta, 18 Februari 2021 – Indonesia masih terus berjuang keluar dari tantangan pandemi COVID-19 hingga saat ini. Namun,  Economist Millennials PT Bank Amar Indonesia Tbk. ("Amar Bank”) Rachel Elizabeth Hosanna optimistis, ekonomi Indonesia tetap akan bertumbuh tahun ini. Ada lima alasan yang memperkuat keyakinan Rachel Elizabeth Hosanna tersebut, yaitu:

Alasan pertama, Vaksin COVID-19 menjadi faktor penentu. Menurut Rachel, faktor ketersedian vaksin akan menentukan langkah dan pola pemulihan. Pemerintah saat ini tengah mempercepat distribusi vaksin kepada masyarakat secara bertahap.

“Sebagaimana target pemerintah, vaksinasi kepada sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia dilakukan dalam jangka waktu 15 bulan, sejak Januari 2021 hingga Maret 2022. Harapannya, dengan vaksin tersebut tercipta herd immunity dan ekonomi berangsur pulih,” kata Rachel

Alasan kedua, protokol Kesehatan untuk ekonomi berkelanjutan Rachel menambahkan, kegiatan ekonomi memang akan berlanjut dengan penerapan protokol kesehatan dan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Namun, ketentuan ini tidak menjadi halangan bagi pelaku ekonomi untuk tidak melakukan aktivitas ekonomi.

“Setahun lebih, pelaku ekonomi dan masyarakat telah belajar hidup berdampingan dengan COVID-19. Pola kerja baru mulai tercipta dan COVID-19 mendorong pelaku ekonomi dan masyarakat untuk lebih memperhatikan faktor higienis dan keseimbangan lingkungan. Tentu saja, hal ini positif bagi ekonomi berkelanjutan ke depan,” jelasnya.

Alasan ketiga, ditopang UMKM, Ekonomi Indonesia bakal rebound. Menurut Rachel, UMKM merupakan segmen industri yang tangguh menghadapi pandemi. Industri ini dapat cepat beradaptasi dengan kondisi pandemi dan siap menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusi industri UMKM untuk ekonomi nasional saat ini sebesar 63 persen.

“Pemerintah telah berkomitmen mengucurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekitar lebih dari Rp600 triliun, 60 persen di antara untuk sektor UMKM. Hal ini dilakukan agar 64 juta unit UMKM di Indonesia dapat mendorong kenaikan konsumsi rumah tangga, sejalan dengan upaya pemerintah menarik gerbong ini agar lebih berkontribusi di kancah ekspor luar negeri,” jelasnya.

Alasan keempat, level konfidens yang positif di sektor keuanganPada awal tahun 2021, kata Rachel, nilai tukar Rupiah terus menunjukkan tren positif disebabkan oleh aliran masuk investasi asing langsung (foreign direct investment /FDI). Bank Indonesia (BI) akan terus melanjutkan kebijakan yang extra ordinary agar menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah di level aman. Pada Senin (15/2) yang lalu, Rupiah kokoh Rp13.973 dari dollar AS. Kebijakan suku bunga bakal terus dilanjutkan di level 3,75 persen hingga 2021 untuk memberikan kepastian jangka panjang.

Alasan kelima, sentimen positif dari UU Cipta Kerja dan PSN. Rachel mengungkapkan, investasi pada 2021 diperkirakan meningkat karena adanya Undang-Undang Cipta Kerja dan berlanjutnya Program Strategis Nasional (PSN) termasuk proyek infrastruktur. Adapun anggaran infrastruktur pada APBN 2021 sebesar Rp417.8 T atau meningkat 48.6% yoy dibandingkan anggaran infrastruktur 2020.

“Selain infrastruktur, prioritas pembangunan nasional di 2021 juga akan difokuskan pada bidang Kesehatan, Pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Ketahanan Pangan, Perlindungan Sosial, dan Pariwisata,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Amar Bank terus berinovasi dan terus meningkatkan layanan perbankan. Pandemi telah mendorong masyarakat untuk mengadopsi digitalisasi lebih cepat dari yang diperkirakan sehingga meningkatkan permintaan yang sangat besar di pasar. Kondisi ini tentunya harus dapat dioptimalkan oleh perbankan terutama dengan memaksimalkan fungsi teknologi big data dan Artificial Intelligence (AI).

“Sebagai perusahaan teknologi dengan lisensi perbankan dan bank digital murni pertama yang fokus pada pengembangan digital-only bank di Indonesia, Amar Bank terus terus bertransformasi mengikuti perkembangan digitalisasi dan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan layanan perbankan digital yang cerdas (intelligent) serta memperkenalkan produk dan layanan baru yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia sehingga dapat membantu mengubah hidup mereka menjadi lebih baik,” kata Vishal Tulsian, Presiden Direktur Amar Bank.

Editor: Doddy Rosadi

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait