Narkoba Show
Arief Kamaludin|KATADATA
Donang Wahyu
19 November 2016, 10:00

Kombinasi Sri Mulyani - Buwas Melawan Sindikat Narkoba

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai konsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Hal itu terlihat dari penindakan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Hingga November ini, Ditjen Bea dan Cukai telah mengamankan 1 ton narkoba dari total 223 kasus. Angka ini meningkat pesat dari perolehan tahun 2015 yakni 599,7 kilogram narkoba dari 176 kasus, serta 2014 yakni 316 kilogram narkoba dari 219 kasus.

"Ini ancaman nyata mengingat kita terus menjadi pasar dari narkoba," kata Sri saat konferensi pers gelar barang bukti upaya penyelundupan narkoba yang digagalkan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Gedung BNN, Jakarta, Jumat (18/11).

Pada Selasa lalu (15/11), Ditjen Bea dan Cukai bersama dengan TNI dan BNN telah mengamankan 100,6 kilogram sabu serta 300.250 butir happy five dari pergudangan di Kosambi, Tangerang. Narkoba tersebut diselundupkan dari Taiwan dengan cara disembunyikan pada furniture berupa sofa.

Kepala BNN Budi Waseso menjelaskan, jaringan Taiwan ini merupakan satu dari 72 jaringan narkoba yang telah beroperasi lama di Indonesia. Adapun transaksi per satu jaringan bisa mencapai Rp 1 triliun. "Bayangkan bisa mencapai Rp 72 triliun untuk seluruh jaringan," katanya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.