Tom Lembong, Franky Sibarani, Saleh Husin Show
Arief Kamaludin|KATADATA
Donang Wahyu
9 Oktober 2015, 17:04

Cegah PHK, BKPM Buka Desk Khusus

KATADATA -  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) hari ini membentuk desk khusus‎ untuk investasi di sektor tekstil dan sepatu. Kepala BKPM Franky Sibarani meminta investor sektor tekstil dan sepatu yang saat ini sudah beroperasi untuk memanfaatkan keberadaan Desk Khusus Investasi.

Desk khusus investasi ini dibentuk pemerintah untuk investor existing di kedua sektor tersebut, terutama yang sedang menghadapi masalah dan berpotensi untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal tersebut disampaikan Franky Sibarani saat melakukan sosialisasi keberadaan Desk Khusus Investasi sektor tekstil dan sepatu, di Jakarta, hari ini (9/10). Hadir dalam acara tersebut, Menteri Perindustrian Saleh Husein, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, dan Menteri Perdagangan Thomas Lembong. 

Dengan dibukanya desk khusus ini diharapkan perusahaan-perusahaan tersebut tetap dapat beroperasi dan tetap dapat mempekerjakan pekerjanya. Desk investasi ini terdiri dari BKPM, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan kementerian terkait lainnya, serta didukung oleh Asosi'asi Pertekstilan Indonesia (API) dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo).

Sejumlah fasilitas yang akan diberikan oleh desk khusus ini meliputi urusan perbankan, tagihan listrik, perpajakan, dan sebagainya. Jika ada perusahaan yang mengalami masalah dengan kredit di bank BUMN, maka akan mendapatkan fasilitas dari Desk Khusus ini. Sementara jika terkait dengan kesulitan membayar listrik, tagihannya besar sehingga produksinya turun, ada fasilitas dari Dirut PLN dan Kementerian ESDM.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.