Investasi Padat Karya Untuk Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia Show
Arief Kamaludin|KATADATA
Donang Wahyu
6 Oktober 2015, 10:00

Kurangi Pengangguran, Jokowi Luncurkan Program Padat Karya

KATADATA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan investasi padat karya di pabrik sepatu, PT Adis Dimension Footwear, Serang, Banten, Senin (5/10). Program dengan nama 'Investasi Padat Karya Menciptakan Lapangan Kerja' ini merupakan salah satu langkah mencegah semakin banyak pengangguran di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang dilanda gejolak. Menurut Presiden Jokowi, program ini sangat berdampak pada pengurangan pengangguran. Terlebih lagi, untuk meredam isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang tidak jelas angkanya.

Sebanyak 16 perusahaan investasi padat karya di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah dapat menyerap tenaga kerja Indonesia sedikitnya 121.285 orang dalam kurun waktu 5 tahun (2015-2019). Ke-16 perusahaan yang sedang dalam tahap konstruksi terdiri dari 11 Penanaman Modal Asing (PMA) dan 5 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai total rencana investasi sebesar Rp.18,9 Triliun dan total realisasi investasi sebesar Rp.11,4 Triliun (sampai dengan September 2015) dengan total perkiraan nilai ekspor sebesar US$ 1.3 Miliar, adapun rincian penyerapan tenaga kerja ke-16 perusahaan PMA dan PMDN tersebut adalah 73.885 orang pada tahun 2015-2016 dan 47.400 orang pada tahun 2017 — 2019. 

Ke-16 perusahaan investasi padat karya yang terlibat  tersebut, terdiri 3 PMA dan 2 PMDN yang berlokasi di Provinsi Jawa Barat, dengan total rencana investasi Rp.5,8 Triliun dan realisasi investasi Rp.1,8 Triliun dan rencana penyerapan tenaga kerja 29.580 orang, dengan perincian 20.580 orang pada tahun 2015 -2016 dan 9.000 orang pada tahun 2017 -2019. Perusahan padat karya tersebut berada di Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Sumedang. Sementara itu, di Provinsi Jawa Tengah terdapat 8 PMA dan 3 PMDN, dengan total rencana investasi Rp.13,1 Triliun dan realisasi investasi Rp.9,6 Triliun dengan rencana penyerapan tenaga kerja 91.705 orang, dengan perincian 53.305 orang pada tahun 2015 — 2016 dan 38.400 orang pada tahun 2017 — 2019, yang berada di Kabupaten Boyolali, Kabupaten Jepara, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen, Kota Salatiga dan Kota Semarang. 

Kepala BKPM Franky Sibarani, dalam pidatonya mengatakan program ini dimaksudkan untuk mengkomunikasikan kepada publik dan investor bahwa dilain pihak terdapat isu adanya pemutusan hubungan kerja (PHK), ternyata banyak juga pada waktu sekarang ini perusahaan sektor padat karya yang tetap melaksanakan (tahap konstruksi) realisasi proyek investasinya, ada yang akan selesai akhir 2015 dan ada yang bertahap hingga selesai akhir tahun 2019.

 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.