Balada Garda Terakhir Show
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Image title
Oleh Adi Maulana Ibrahim
20 Juli 2020, 11:25

Foto: Balada Penggali Kubur Covid-19

Virus  corona menelan begitu banyak jumlah korban meninggal dunia di sejumlah tempat. Provinsi DKI Jakarta bahkan tercatat sebagai salah satu daerah dengan kasus tertinggi di Indonesia.

Tingginya jumlah kasus dan korban meninggal tak ayal membuat orang-orang yang terlibat dalam penanganan pandemic Covid-19 seakan tak punya waktu istirahat. Salah satunya yaitu petugas penggali makam korban Covid-19. Rasa Lelah dan cemas terus menghantui mereka sepanjang waktu.

Tingginya angka kematian ini bukanlah sebuah lelucon atau hitungan belaka, dalam hal ini pemerintah mesti tegas menyikapi laju angka kematian individu baik berstatus ODP maupun PDP corona. Masyarakat juga harus saling menyadarkan, bahwa saat ini kita sedang berperang dengan musuh yang tak kasat mata.

Protokol kesehatan sudah menjadi hak yang lumrah, masker serta pakaian alat pelindung diri (APD) selalu digunakannya ketika hendak menunaikan tugas. Baginya, mereka menjalankan pekerjaan dengan pasrah kepada Tuhan.

Tenaga pengubur jenazah ini bekerja hingga jam 10 malam, dibagi dalam 3 shift berbeda.  Tidak jarang mereka menguburkan jenazah dengan standar pemakaman protokol kesehatan Covid-19 ini di tengah kegelapan malam.

“Dalam sehari saya pernah menguburkan hingga 30 jenazah, bahkan sampai larut malam, tapi ya mungkin ini menjadi jalan ibadah saya menolong orang ditengah keterpurukan akibat Covid-19 ini” ujar Nahil Ketua regu gali kubur.

Pandemi yang terjadi sejak Maret memaksa mereka tetap bersiaga di sekitar makam. beristirahat di antara deretan pusara sudah menjadi hal biasa.

Hari semakin gelap, angin berhembus tenang menusuk setiap sendi menjadi teman setia tukang gali kubur Covid-19 di sudut Tempat Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta, untuk menghabiskan waktu sembari menunggu jenazah selanjutnya.

Editor: Donang Wahyu