Nestapa Nelayan di Tengah Pandemi Show
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Image title
Oleh Adi Maulana Ibrahim
10 Agustus 2020, 10:00

Foto: Nestapa Nelayan di Tengah Pandemi

Dampak pandemi covid-19 masih terasa bagi sebagai nelayan di pesiris Jakarta. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menngklaim penurunan penjualan tangkapan nelayan mencapai 21 persen dan pendapatan hingga 90 persen.

Hasil tersebut didapat dengan melakukan survey Kepala 2.068 nelayan di lima wilayah di Indonesia pada 14 Mei - 14 Juni 2020.

Penurunan bersifat variatif, disebabkan akses penjualan nelayan yant tertutup dampak Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dan lockdown lokal masing-masing daerah yang berpengaruh terhadap turunnya permintaan ikan secara drastis di berbagai Tempat penjualan. 

KNTI mengusulkan Kepala pemerintah agar berperan sebagai fasilitator atau penghubung dalam menyerap hasil tangkapan nelayan melalui pengolahan ikan, startup, glosir dan sebagainya. Agar pendapatan nelayan bisa berangsur membaik.

Menurut mereka sebanyak 51 persen nelayan belum mendapatkan banduan sosial dari pemerintah. Bahkan Anak-anak pesisir pun ikut terdampak dari pandemi covid-19, seperti belajar drumah dengan menggunakan quota internet di tengah penghasilan orangtua sebagai nelayan sedang berangsur menurun.

Editor: Donang Wahyu