Perakitan Mobil Ambulans Meningkat Saat Pandemi Show
Adi Maulana Ibrahim|Katadata
Image title
Oleh Adi Maulana Ibrahim
30 September 2020, 13:15

Foto: Geliat Bisnis Perakitan Mobil Ambulans Saat Pandemi

Sebuah bengkel tempat perakitan mobil ambulans di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ‘kebanjiran’ pesanan ditengah pandemi Covid-19.

“Merebaknya kasus Covid-19 membawa berkah ter­sendiri bagi kami. Patut disyukuri, ada hikmahnya,” kata Project Manager PT Ambulance Pintar Indonesia Ari Cukmara di Bekasi, Rabu (30/9).

Ari mengaku sejak beberapa bulan terakhir mereka kebanjiran pesanan merakit ambulans. Setidaknya sudah 800 mobil ambulans yang dipesan oleh sejumlah rumah sakit dan dinas kesehatan di seluruh Indonesia. “Pesanan paling jauh hingga ke daerah Papua dan banyak juga daerah lain yang dikirim,” ungkapnya.

Dia mengatakan biasanya pesanan ambulans mencapai 500 unit pertahun namun kini telah mencapai 800 unit padahal belum memasuki akhir tahun. “Jadi ya karyawan juga pada lembur soalnya banyak pesanan. Kita juga tambah karyawan dari 40 menjadi 70 orang. Berkahnya buat karyawan yang kerja nambah karena pesanan juga nambah,” katanya.

Ari menjelaskan untuk merakit satu mobil ambulans dibutuhkan waktu antara dua pekan sampai 60 hari tergantung spesifikasi yang dipesan.

“Kalau yang standar ya bisa cepat, kalau yang mungkin full spesifikasi ya kan harus nunggu alatnya dulu. Biasanya impor. Pesanan ambulans ini diserahkan ke pemesan. Ada yang memiliki mobil kemudian dirakit menjadi ambulans, ada pula yang memesan secara komplit mulai dari unit mobilnya sampai perakitan,” katanya.

Harga ambulans rakitan perusahaannya berkisar antara 290 juta hingga 3 miliar rupiah.

Sedangkan ambulans seharga 3 miliar rupiah memiliki spesifikasi lebih komplit. “Masih kaya tabung oksigen dan lain-lain cuma mereknya lebih bagus, biasanya impor. Mobilnya juga besar, bahkan pernah ada bis,” katanya.

Perbedaan ambulans biasa dengan khusus Covid-19 ada di ketersediaan alat isolator ter­sendiri.

“Harganya memang beda juga karena ada alatnya lagi,” tambahnya.

Editor: Donang Wahyu

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.