Image title
Oleh Anshar Dwi Wibowo
6 Oktober 2017, 15:30

Tarik Ulur Penjualan Saham Freeport

Negoisasi pelepasan saham antara pemerintah dengan Freeport Indonesia berlangsung alot. Pada 29 Agustus 2017, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Ignasius Jonan mengklaim Freeport sepakat untuk divestasi saham 51 persen.   

Sebulan kemudian, Freeport menyampaikan surat keberatan atas mekanisme divestasi saham. Pemerintah meminta perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut menerbitkan saham baru (right issue), namun Freeport menginginkan skema initial public offering (IPO) di lantai bursa.

Freeport juga keberatan perhitungan nilai saham pemerintah yang didasarkan kegiatan operasional hingga 2021, saat Kontrak Karya (KK) berakhir. Mereka ingin perhitungan mengacu nilai wajar dan kegiatan operasional hingga 2041.

Saat ini komposisi kepemilikan saham Freeport Indonesia ialah 9,36 persen pemerintah dan 90,64 persen Freeport-McMoRan. Adapun aset Freeport Indonesia per Juni 2017 sebesar US$ 11,5 miliar. Jumlah tersebut menyumbang 30 persen dari total aset  Freeport-McMoRan.

Editor: Donang Wahyu