Profil Cinema XXI, Pelopor Rantai Bioskop yang Berencana IPO

Dzulfiqar Fathur Rahman
13 Desember 2022, 16:14
Dua orang pengunjung Cinema XXI Jatinegara melintas di depan poster film Bumblebee, Matraman, Jakarta Timur (26/12).
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Dua orang pengunjung Cinema XXI Jatinegara melintas di depan poster film Bumblebee, Matraman, Jakarta Timur (26/12).

PT Nusantara Sejahtera Raya sedang mempertimbangkan untuk melantai ke Bursa Efek Indonesia. Sebagai operator rantai bioskop terbesar di Indonesia, penawaran umum perdana (IPO) dari Nusantara Sejahtera Raya diperkirakan bisa menyalip raksasa-raksasa teknologi yang telah melantai.

Mengutip Bloomberg, perusahaan yang mengoperasikan rantai bioskop Cinema XXI ini berencana untuk mengumpulkan antara US$ 500 juta dan US$ 1,1 miliar lewat IPO. Penawaran saham Nusantara Sejahtera Raya ke publik bisa terjadi pada 2023.

Perkiraan penghimpunan dana yang besar tidak lepas dari profil Nusantara Sejahtera Raya sebagai pelopor rantai bioskop di Indonesia. Sudwikatmono bekerja sama dengan Benny Suherman dan Harris Lesmana pada 1987.

Sudwikatmono melepas kepemilikannya ke Benny dan Harris pada 1999. Sepupu Presiden Soeharto itu mundur dari Nusantara Sejahtera Raya di tengah transisi Indonesia dari kediktatoran ke demokrasi.

Nama Cinema XXI berkaitan bioskop pertamanya. Sudwikatmono meluncurkan teater pertama dengan nama Studio 21 di Jalan Muhammad Husni (M.H.) Thamrin, kaveling 21. Ini telah menjadi lokasi Plaza Indonesia berdiri sekarang.

(Baca: Cinema XXI Disebut Bakal IPO Tahun Depan, Bidik Dana Rp 17 Triliun)

Kira-kira 34 tahun sejak berdiri, Nusantara Sejahtera Raya telah mengoperasikan 1.216 layar di 226 bioskop di 53 kota di Indonesia per Januari 2021,. Cinema XXI berencana untuk meningkatkan jumlah layar menjadi 2.000 dalam lima tahun ke depan.

Rencana ini muncul di tengah kebangkitan sektor film di Indonesia, seiring dengan pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat. Ini sesuai dengan laporan Community Mobility Reports (2022) oleh Google yang menyebut jumlah pengunjung ke tempat-tempat ritel dan hiburan seperti bioskop per 15 Oktober 2022 lebih tinggi 10% dari level biasanya.

Sejak awal 2000-an, Cinema XXI telah menambahkan bukan hanya jumlah teater tapi juga jenis teaternya. Saat ini, Nusantara Sejahtera Raya menawarkan beragam teater yang menyasar pelanggan berbeda, seperti teater The Premiere dan teater IMAX.

Diluncurkan pada 2002, The Premiere merupakan teater dengan fasilitas yang lebih mewah, seperti lobi khusus, selimut, dan sofa kulit yang nyaman. Ini mirip seperti tempat duduk kelas satu (first class) di dalam pesawat. Fasilitas yang lebih mewah ini membuat harga tiketnya bisa dua kali lebih mahal dari teater umum.

Berbeda dengan teater lainnya, The Premiere menayangkan hanya film-film Hollywood, seperti Black Panther: Wakanda Forever dari perusahaan produksi film Marvel Studios.

Cinema XXI juga menawarkan teater dengan resolusi dan kualitas gambar yang lebih baik, yaitu teater IMAX. Teater ini menggunakan IMAX, sebuah sistem yang melibatkan kamera dengan resolusi tinggi untuk layar yang sangat lebar. Nusantara Sejahtera Raya meluncurkan teater ini pada 2012 dengan menayangkan The Avengers, sebuah film pahlawan dari Marvel Studios juga.

Selain dari segi teater, Nusantara Sejahtera Raya memperluas portfolio bisnisnya dengan menjual makanan dan minuman. Dengan melarang penonton untuk membawa makanan dan minuman dari luar bioskop, ini memberikan pasar yang terkendali (captive market).

Reporter: Dzulfiqar Fathur Rahman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait