Kementan Gandeng Grab & E-Commerce untuk Distribusi Produk Ternak

Kerja sama tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan pangan di tengah pandemi virus corona.
Image title
14 April 2020, 15:36
Kementan Gandeng Grab & E-Commerce untuk Distribusi Produk Ternak.
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Peternak memanen telur ayam di peternakan kawasan Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020). Kementan menggandeng Grab dan sejumlah e-commerce untuk mendistribusikan produk peternakan ke tangan konsumen.

Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan PT Grab Teknologi Indonesia dan sejumlah start up e-commerce, untuk menyalurkan stok produk peternakan, berupa daging sapi hingga susu. Kerja sama tersebut dilakukan guna memenuhi kebutuhan pangan di tengah pandemi virus corona.

Kementan akan memfasilitasi tempat distribusi di lingkungan Kementan untuk komoditas peternakan tersebut. "Ini tidak bisa dilaksanakan sendiri oleh Kementerian Pertanian saja, sehingga perlu melibatkan semua komponen," kata Syahrul di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (14/4).

Dengan begitu, kerjasama dengan Grab diharapkan dapat memperlancar distribusi produk pangan hasil peternakan seperti daging sapi dan ayam, telur, susu dan olahan lainnya kepada konsumen.

(Baca: Bantu Mitra selama PSBB, Gojek Layani Pesan Antar Sembako dan Pangan)

Advertisement

Selain Grab, Kementerian Pertanian juga menggandeng enam perusahaan lain sebagai mitra pemasok dan penyalur,  seperti PT Charoen Pokphan Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Tri Putra Panganindo, PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory), PT Indoguna Utama dan PT Agro Boga Utama.

Selain itu, kerja sama dilakukan melalui pengembangan pemasaran produk peternakan berbasis online bersama tiga start up  digital market place seperti etanee, Tani Supply Indonesia, dan SayurBox.

Indoguna Utama akan menyediakan informasi pangan meliputi komoditas dagng sapi, ayam, ikan, susu, dan produk olahan lainnya. Sedangkan untuk proses distribusi pangan meliputi komoditas penyediaan daging sapi, ayam, ikan, susu dan produk olahan lainnya dilakukan oleh Grab.

Syahrul mengatakan, corona tidak hanya merugikan negara dari sisi kesehatan, tetapi juga akan berdampak pada sektor perekomian termasuk dalam hal pangan. Ia memperkirakan, dampak corona terhadap sektor pertanian dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Oleh karena itu, perlu kerja sama dari berbagai pihak untuk menjaga seluruh rantai pasok sektor pertanian. "Kalau tidak, kita akan melihat ceceran masalah di depan mata,” ujar dia.

(Baca: Kementan Distribusikan 11 Bahan Pokok Lewat Gojek & Gratis Ongkir)

Presiden of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam penyediaan pangan masyarakat, khususnya produk pertenakan dan olahannya. Ia mengatakan, ratusan ribu driver grab siap membantu pendistribusian pangan masyarakat.

Langkah tersebut juga menjadi upaya untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan jaga jarak fisik untuk menekan angka penyebaran corona.

“Kami harap layanan ini dapat menjangkau masyarakat yang saat ini tengah mengikuti protokol kesehatan di rumah,” ujar dia.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait