PSBB Jakarta, Trafik Penerbangan di Bandara Soetta & Halim Turun 22%

Image title
Oleh Ekarina
13 April 2020, 08:09
PSBB Jakarta, Trafik Penerbangan di Bandara Soetta & Halim Turun 22%.
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.
Penumpang melintas disamping Monitor jadwal penerbangan. PT Angkasa Pura II mencatat penurunan penerbangan seiring pemberlakukan PSBB Jakarta.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan mulai 10 April 2020 di DKI Jakarta. Seiring dengan kebijakan tersebut, operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan Halim Perdanakusuma pada 10-11 April 2020 mengalami penurunan.

PT Angkasa Pura II (Persero), operator bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma mencatat, jumlah pergerakan pesawat atau penerbangan di Soekarno-Hatta sejak PSBB Jakarta diberlakukan pada 10 April turun 3,24% dibanding hari sebelumnya menjadi 328 pergerakkan. 

Sedangkan pada 11 April, trafik penerbangan pesawat juga kian menurun menjadi hanya 253 penerbangan atau turun 22,86% dibandingkan pada 10 April 2020.

(Baca: Susul Jakarta dan Jabar, Pemprov Banten Ajukan Status PSBB Hari Ini)

Presiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan penurunan jumlah penerbangan menandakan banyak masyrakat mematuhi aturan PSBB DKI Jakarta.

“Jumlah penerbangan di Soekarno-Hatta mengalami penurunan dengan load factor pesawat diperkirakan tak lebih dari 50% seiring dengan PSBB yang dipatuhi warga Jakarta,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (13/4).

Dia menyatakan, penerbangan saat ini lebih banyak dioperasikan untuk rute domestik. Sementara untuk rute internasional jumlahnya sangat minim, seiring dengan pandemi global Covid-19.

Sama halnya dengan Soekarno-Hatta, penurunan penerbangan juga terjadi di Halim Perdanakusuma. Pada 10 April, Angkasa Pura mencatat hanya ada 75 penerbangan. Jumlah ini  turun 20,21% dibanding pada 9 April yang masih terdapat 95 penerbangan.

Sementara pada 11 April, bandara Halim Perdanakusuma juga hanya melayani 53 penerbangan atau turun 29,33% dibandingkan dengan 10 April.

(Baca: Dunia Dilanda Corona, Penumpang Pesawat ke Luar Negeri Anjlok 33%)

“Penerbangan memang mengalami penurunan, namun di sisi lain hal ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 seiring dengan berlakunya PSBB,” ujar Awaluddin. 

Di sisi lain, operasional penerbangan yang masih terlihat sedikit bergairah justru terlihat daru penerbangan kargo.

Advertisement

“Penerbangan kargo dibutuhkan untuk mengangkut alat-alat medis dan berbagai bantuan. Untuk hari ini ada 3 penerbangan kargo di Soekarno-Hatta,” ujarnya.

Saat ini Angkasa Pura II telah menetapkan stasus Minimum Operation di Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma. Artinya, dilakukan penyesuaian pola operasional dengan optimalisasi fasilitas sesuai dengan lalu lintas pesawat dan penumpang pesawat.

Status Minimum Operation juga membuat personel operasional di bandara dapat menerapkan konsep kerja dari rumah (work from home/WFH) sehingga menurunkan risiko terpapar virus corona.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada para penumpang dan pengunjung bandara memakai masker. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah agar kita semua memakai masker kain saat beraktivitas di luar rumah.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait