Bulog Targetkan Penyerapan 577 Ribu Ton Beras Selama Panen Raya

Bulog menyebut penyerapan selama April ditargetkan bisa mencapai 222 ribu ton setara beras
Image title
9 April 2020, 17:53
Bulog Targetkan Penyerapan 577 Ribu Ton Beras Selama Panen Raya.
ANTARA FOTO/Fauzan/hp.
Petani menjemur gabah di Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020). Perum Bulog optimis target penyerapan gabah/beras bisa mencapai 577 ribu ton setara beras selama panen April-Mei 2020.

Musim panen raya padi akan berlangsung pada April hingga Mei mendatang. Perum Bulog menargetkan bisa melakukan penyerapan atau pembelian beras daru petani sebanyak 577 ribu ton setara beras.

Secara rinci, Bulog mengungkapkan penyerapan selama April ditargetkan bisa mencapai 222 ribu ton setara beras. Pada Mei, serapan beras ditargetkan mencapai 207 ribu ton setara beras dan pada Juni setara 148 ribu ton beras.

"Dengan demikian, jumlah pengadaan selama tiga bulan (April-Juni) mencapai kurang lebih 61% terhadap total target pengadaan selama 2020," kata dia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, Kamis (9/4).

(Baca: Di Tengah Pandemi Corona, Harga Pangan di Jakarta Masih Stabil Tinggi)

Adapun, target pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) selama setahun mencapai 950 ribu ton. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),  puncak panen tahun ini terjadi pada April. Panen tersebut mundur sebulan dibandingkan dengan puncak panen pada 2018 dan 2019 pada Maret.

BPS juga mencatat, luas panen dan produksi Gabah Kering Giling (GKG) pada Januari hingga Mei tahun 2020 merupakan yang terendah dibandingkan luas panen dan produksi tiga tahun terakhir di periode yang sama.

Pada 2018, produksi GKG Januari-Mei mencapai 29,8 juta ton. Sedangkan pada 2019 sebesar 28,1 juta ton dan 2020 25,5 juta ton.

Adapun target penyerapan tersebut dilakukan untuk menjaga stok beras di dalam negeri. Hal ini juga dilakukan untuk menjaga harga gabah di tingkat petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di tengah pasokan yang meningkat.

(Baca: Bulog Pastikan Distribusi Beras Tak Terhambat Pandemi Corona)

Bulog akan menyerap beras tersebut dalam bentuk GKG untuk meminimalisir risiko kerusakan, dapat disimpan dalam jangka waktu lebih lama, serta memperoleh beras yang baik dengan kualitas premium.

Selanjutnya, izin penggilingan akan diterbitkan secara simultan bagi kantor wilayah yang memiliki stok jumlah CBP rendah sehingga dapat dilakukan secara langsung.

Dalam menyerap beras tersebut, Bulog juga membentuk tim satuan kerja tim pengadaan di dalam negeri di setiap kantor kerja wilayah dan kantor cabang pembantu. Setiap tim akan dilengkapi alat pengatur kualitas gabah, seperti tester kualitas air dan tester analisa gabah.

Selain itu, Bulog melakukan kerja sama on farm dengan instansi maupun mandiri. Hal ini agar Bulog mendapatkan pasokan gabah dengan harga kompetitif.

Kemudian, Bulog juga melakukan kerja sama dengan penggilingan swasta untuk pengolahan gabah, serta pendayagunaan infrastruktur. Guna menjamin kualitas gabah, Bulog juga melakukan pemetaan atau mapping calon supplier yang akan memasok gabah atau beras.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait