Imbas Corona, Hyundai Tunda Pembangunan Pabrik di Bekasi

Peresmian pabrik Hyundai rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
Image title
1 April 2020, 15:03
Imbas Corona, Hyundai Tunda Pembangunan Pabrik di Bekasi .
Katadata
Ilustarsi mobil Hyundai. Proses groundbreaking pabrik Hyundai di Bekasi, Jawa Barat tertunda akibat pandemi corona.

Wabah virus corona menyebabkan rencana ekspansi sejumlah perusahaan tahun ini harus tertunda. Termasuk rencana pembangunan pabrik otomotif asal Korea Selatan Hyundai Motor Company yang sedianya dimulai awal April ini. 

Hyundai terpaksa menunda groundbreaking atau peletakan baru pertama pembangunan pabrik mereka di Bekasi, Jawa Barat karena pandemi virus Covid-19. Wabah ini menyebabkan sejumlah negara membatasi mobilitas warganya. Adapun peresmian pabrik Hyundai ini rencananya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi membenarkan kabar tersebut. Dia mengatakan, pihaknya telah menerima surat penundaan pembangunan pabrik dari Hyundai dan disampaikan kepada kementerian terkait.

(Baca: Tak Terganggu Corona, Luhut Sebut Hyundai Bangun Pabrik Bulan April)

Advertisement

Kendati groudbreaking  tertunda, pemasangan peralatan skala besar rencananya tetap akan dilakukan pada Oktober atau November mendatang.

"Memang akan ada penundaan. Info yang saya terima pihak Hyundai telah mengirimkan surat menyampaikan penundaan ini," kata dia kepada katadata.co.id, Rabu (1/4).

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri  (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan adanya pandemi virus corona telah memukul semua industri secara nasional maupun global.

Terpukulnya sektor manufaktur membuat beberapa industri otomotif terancam gulung tikar dan beberapa investor yang berencana menanamkan modalnya mengkaji ulang rencana investasi mereka di Indonesia.

(Baca: Korsel Investasi Jumbo, BKPM Optimistis Target Tahun ini Tercapai)

Kendati demikian, ia memastikan investor hanya melakukan penundaan, tidak membatalkan komitmen investasi. "Kalau melihat pergerakan orang juga sekarang terbatas saya rasa akan tertunda," kata dia.

Sebelumnya, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hyundai akan berinvestasi sekitar US$ 3 miliar atau setara Rp 41 triliun di Indonesia. 

Ground breaking nanti awal April, Presiden sudah setuju hadir,” kata Luhut saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (9/3). 

Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menjelaskan, investasi Hyundai di Indonesia dilakukan dalam dua tahap yaitu tahun 2019 – 2021 dan tahun 2022 – 2030. Pada fase pertama, Hyundai akan fokus membangun pabrik pembuatan mobil di Bekasi, Jawa Barat dan akan mengekspor setidaknya 50% dari total produksi.

(Baca: Pabrik Baru Hyundai Rp21,8 Triliun di RI Bisa Serap 5.000 Tenaga Kerja)

Sedangkan fase kedua akan fokus pada pengembangan pabrik pembuatan mobil listrik, pabrik transmisi, penelitian dan pengembangan (R&D), pusat pelatihan. Pada tahap ini, Hyundai akan mengekspor 70% produksinya.

Adapun realisasi investasi Indonesia pada 2019 menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp 809,6 triliun. Angka ini melampaui target yang sebesar Rp 792 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari penanaman modal asing (PMA) yang sebesar Rp 423,1 triliun.

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait