Bulog Siap Pasok Beras untuk Tambahan Kartu Sembako

Hingga saat ini, jumlah beras di gudang Bulog mencapai 1,5 juta ton.
Image title
26 Maret 2020, 14:03
Pekerja menumpuk karung beras stok Bulog di Gudang Bulog Banten, di Serang, Rabu (12/2/2020). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menegaskan kesiapanya untuk menyerap beras dari petani pada musim panen mendatang meski masih harus menyalurkan 1,8 juta ton stok l
ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Pekerja menumpuk karung beras stok Bulog di Gudang Bulog Banten, di Serang, Rabu (12/2/2020). Bulog mengaku siap memasok kebutuhan beras untuk program kartu sembako.

Pemerintah menambah anggaran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) menjadi Rp 200 ribu per kepala keluarga (KK) melalui kartu sembako murah. Kebijakan ini digulirkan untuk menekan dampak ekonomi dan pelemahan daya beli akibat pandemi virus corona.

BUMN bidang pangan, Perum Bulog menyatakan siap memasok beras untuk memenuhi keperluan penerima kartu sembako. "Bulog  akan menyiapkan berapa saja kebutuhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM)," kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh kepada katadata.co.id, Kamis (26/3).

(Baca: Bulog Bakal Ubah Gabah jadi Beras Premium, Harga Serupa Medium)

Dia memastikan, stok beras di gudang Bulog masih mencukupi. Hingga saat ini, jumlah beras di gudang Bulog mencapai 1,5 juta ton.

Advertisement

Pasokan tersebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beras hingga lebaran. Selain itu, Bulog juga akan kembali menyerap beras saat musim panen raya pada akhir Maret mendatang. Bulog menargetkan, penyerapan beras dapat mencapai 1,7 juta ton selama panen raya.

Hingga kemarin (25/3), perusahan pelat merah itu telah memasok beras untuk program kartu sembako hampir mencapai 90 ribu ton ke seluruh Indonesia. "Namun, Bulog bukan satu-satunya supplier BPNT atau kartu sembako," ujar Tri.

Oleh karena  itu, dia mengaku Bulog siap memasok beras berapapun jumlahnya ketika dibutuhkan. 

(Baca: Antisipasi Dampak Corona & Amankan Stok, Pemerintah Kaji Impor Beras)

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menambah anggaran bantuan sosial menjadi Rp 4,5 triliun guna meningkatkan tunjangan kepada masyarakat prasejahtera melalui kartu sembako murah.

Presiden Joko Widodo menyebut, dana dalam kartu sembako murah dinaikkan dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu untuk setiap keluarga. "Dana penerima kartu sembako selama 6 bulan ke depan akan ditambah Rp 50 ribu sehingga diterima Rp 200 ribu per keluarga per bulan," ujar Jokowi dalam konferensi video di Jakarta, Selasa (24/2).

Kenaikan dana tersebut berlaku pada Maret-Agustus 2020.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait