Pasien Positif Corona Bertambah Jadi 369 Kasus, 32 Orang Meninggal

Angka tambahan kasus corona harian saat ini lebih kecil dibanding pengumuman kemarin sebanyak 82 pasien baru.
Dimas Jarot Bayu
20 Maret 2020, 16:15
Pasien Positif Corona Bertambah Jadi 369 Kasus, 32 Orang Meninggal .
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. Dia mengumumkan tambahan pasien positif virus corona pada Jumat (20/3) menjadi 369 orang.

Pemerintah kembali mengumumkan tambahan pasien positif virus corona atau Covid-19 pada Jumat (20/3). Jumlah kasus baru yang dilaporkan bertambah 60 orang, sehingga total terdapat 369 orang yang terinfeksi virus corona.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, data ini dikumpulkan dari Kamis (19/3) pukul 12.00 WIB hingga Jumat (20/3) pukul 12.00 WIB. Namun, angka tambahan kasus harian ini lebih kecil dari pengumuman kemarin sebanyak 82 pasien baru.

"Ada 60 kasus baru sehingga jumlah total kasus positif 369,” kata Yurianto di Gedung Badan nasional Penanggulangan Bencana, Jumat (20/3).

(Baca: Deteksi Corona, Pemerintah Mulai Lakukan Rapid Test Hari Ini)

Dia juga menyebut ada tambahan 1 pasien yang dinyatakan sembuh dari corona hari ini. Dengan demikian, total pasien yang sembuh menjadi 17 orang.

Lebih lanjut, Yurianto menyatakan ada penambahan tujuh penderita corona yang dinyatakan meninggal dunia. Alhasil, jumlah korban dari virus tersebut kini menjadi 32 orang.

Jumlah tambahan pasien yang meninggal akibat corona lebih banyak dibandingkan yang dia sampaikan kemarin, yakni sebanyak enam orang. "Ini adalah catatan yang kita dapatkan dari keseluruhan data yang kami dapatkan hari ini," ujar Yurianto.

Dia pun mengatakan, para pasien positif telah diberi tahu terkait penyakit mereka alami melalui dokter yang merawat di rumah sakit. Selain itu, pemberitahuan disampaikan kepada Dinas Kesehatan setempat. "Gunanya melihat identitas dan alamat sehingga kita bisa menggunakannya untuk contact tracing," kata dia.

(Baca: Walikota Bogor Bima Arya Positif Terinfeksi Virus Corona)

Advertisement

Untuk meminimalisir jumlah pasien terinfeksi corona, pemerintah mulai melakukan rapid test mulai sore ini. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pemeriksaan ini akan diprioritaskan di wilayah yang menurut hasil pemetaan terindikasi rawan terinfeksi corona.

"Kami prioritaskan menurut hasil pemetaan menunjukkan indikasi yang paling rawan di Jakarta Selatan," kata Jokowi melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (20/3).

Presiden menyebut, pemetaan ini didasari pada penelusuran kontak dengan pasien yang telah dinyatakan positif corona sebelumnya. Rapid test nantinya dilakukan dengan mendatangi rumah ke rumah oleh petugas kesehatan, baik dari rumah sakit maupun puskesmas.

Dengan adanya pemeriksaan rapid test, Jokowi berharap orang-orang dengan indikasi awal terinfeksi corona akan segara ditemukan. Dengan demikian, mereka dapat dirawat di rumah sakit atau melakukan isolasi secara mandiri.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait