Satu WNI Positif Terinfeksi Corona di Australia

WNI tersebut masih dalam kondisi baik selama di penerbangan internasional dan baru mengalami gejala pada 29 Februari.
Image title
Oleh Ekarina
9 Maret 2020, 07:41
Satu WNI Terinfeksi Corona di Australia.
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ilustrasi petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap saat bersiap menyambut kedatangan kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona di Bandara Kertajati, Jawa Barat. Seorang WNI di Australia dilaporkan positif terjangkit virus corona.

Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Australia dikonfirmasi positif virus corona atau Covid-19. WNI berjenis kelamin perempuan berusia sekitar 50 tahun tersebut terdeteksi sebagai kasus corona ke-12 di negara bagian Victoria, Australia.

"Kasus terakhir adalah seorang wanita berusia sekitar 50-an, seorang pengunjung dari Indonesia, yang terbang dari Jakarta ke Perth pada 27 Februari," kata Departemen Kesehatan dalam sebuah pernyataan dikutip dari laman 7news.com.au.

(Baca: Kasus Positif Virus Corona di Indonesia Bertambah 2 Orang)

Menurut keterangan otoritas kesehatan Australia, WNI tersebut masih dalam kondisi baik selama di penerbangan internasional. Baru ketika tinggal di Perth dia mengalami gejala pada 29 Februari.

Advertisement

Selang dua hari kemudian, wanita tersebut lantas melakukan perjalanan dari Perth ke Melbourne pada 2 Maret dengan penerbangan Virgin Airlines.

Pada 6 Maret, dia menemui dokter umum yang kemudian memintanya melakukan tes virus corona. WNI tersebut lalu dinyatakan positif pada Sabtu, 7 Maret malam dan kini diisolasi di rumah dengan peraawatan oleh anggota keluarganya.

"Ketika berada di Melbourne, dia mengunjungi Pho Hung Vuong 2 Vietnam Restaurant di Richmond pada 6 Maret selama sekitar 40 menit antara pukul 18.00 dan 19.00," kata pernyataan tersebut.

(Baca: Satu WNI di Singapura Positif Terinfeksi Virus Corona)

Setelah temuan kasus ini, departemen kesehatan Australia mengimbau pengunjung restoran untuk menghubungi fasilitas kesehatan setempat untuk meminta saran pemeriksaan. Hingga saat ini jumlah total kasus corona di Negeri Kanguru mencapai 80 kasus dan menyebabkan tiga pasien suspek meninggal dunia.

Sebelumnya, seorang warga negara Indonesia yang berada di Singapura dinyatakan positif virus corona. WNI berjenis kelamin perempuan itu sedang berkunjung ke Negeri Singa dengan menggunakan social visit pass.

“Pada 7 Maret 2020, Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan kasus positif Covid-19 ke-133, yaitu WNI berusia 62 tahun,” kata Kepala Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Kedutaan Besar RI Singapura Ratna Lestari Harjana dalam keterangan pers, Minggu (8/3).

Pasien tidak memiliki riwayat mengunjungi negara atau kawasan terdampak sebelumnya. Pada 29 Februari 2020, ia melaporkan mengalami gejala mirip Covid-19. Ia memeriksakan diri ke klinik dokter umum hari berikutnya dan Pioneer Polyclinic pada 4 dan 6 Maret lalu.

(Baca: Dampak Corona Meluas, Moody’s Revisi Ekonomi Indonesia Turun Jadi 4,8%)

Lalu, pada 6 Maret 2020, WNI tersebut dirujuk ke National University Hospital dan dinyatakan positif terinfeksi virus yang menyerang saluran pernapasan itu. Sebelum masuk ke rumah sakit, ia sempat menghabiskan waktu di kediamannya, Jurong West Street 61.

WNI ini kemungkinan terinfeksi ketika menghadiri kegiatan makan malam di SAFRA Jurong pada 15 Februari 2020. Pemerinta Singapura sudah mengonfirmasi 21 kasus positif Covid-19 yang terhubung dengan clustru SAFRA Jurong. "KBRI akan terus melakukan pemantauan secara dekat dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang terkait penanganan WNI tersebut," kata Ratna.

Hingga hari ini, sudah terdapat sekitar 109 ribu kasus wabah corona dan menyebar di 90 negara di luar Tiongkok. Wabah tersebut juga diketahui telah menewaskan sekitar 3.827 orang dengan jumlah pasien yang pulih dari virus mencapai 62.240 orang.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait