Wabah Corona Ganggu Operasional Pabrik Ponsel Samsung di Korea Selatan

Image title
Oleh Ekarina
22 Februari 2020, 20:17
Wabah Corona Mulai Ganggu Produksi Pabrik Ponsel Samsung di Korsel.
KATADATA/
Logo Samsung. Samsung Electronics mengonfirmasi satu kasus virus corona kompleks pabrik ponsel mereka di kota Gumi, Korea Selatan.

Samsung Electronics pada Sabtu (22/2) mengonfirmasi satu kasus virus corona kompleks pabrik ponsel mereka di kota Gumi, Korea Selatan. Temuan kasus tersebut menyebabkan seluruh fasilitas pabrik ditutup hingga Selasa (25/2) pagi. 

"Perusahaan telah menempatkan beberapa rekan yang telah melakukan kontak dengan karyawan yang terinfeksi untuk dikarantina serta melakukan langkah untuk menguji kemungkinan mereka juga terinfeksi," kata Samsung dalam keterangannya dikutup dari Reuters. 

Namun demikian, Samsung menyebut pabrik mereka di Gumi hanya berkontribusi kecil terhadap  total produksi ponsel cerdas perusahaan. Samsung memproduksi sebagian besar smartphone mereka di Vietnam dan India.

(Baca: Dirilis di Indonesia Pekan Ini, Xiaomi Mi Note 10 Usung Kamera 108 MP)

Samsung mengatakan produksi di pabrik chip dan display di bagian lain Korea Selatan tidak akan terpengaruh.

Gumi berdekatan dengan kota Daegu, jantung pusat penyebaran virus corona.

Korea Selatan mengatakan pada hari Sabtu bahwa jumlah korban terinfeksi  virus corona di negara itu naik dua kali lipat menjadi 433. Adapun hingga hari ini, korban meninggal akibat virus di Negeri Gingseng mencapai dua orang. 

Selain dua korban di Korea, jumlah korban meninggal akibat wabah corona di luar Tiongkok mencapai 13 orang orang, yang mana Iran memiliki korban meninggal terbanyak yakni 4 orang diikuti Jepang dengan 3 orang korban. Lalu Hong Kong, 2 orang meninggal, sedangkan Taiwan, Filipina, Prancis, Italia: masing-masing 1 korban meninggal.

(Baca: Korban Tewas Corona Capai 2.360 Jiwa, WHO Beri Peringatan Penularan)

Adapun di seluruh dunia, korban meninggal akibat corona tekah mencapai 2.360 orang. WHO menyerukan kepada sejumlah negara untuk melanjutkan langkah karantina sambil mempersiapkan transmisi komunitas.

"Langkah-langkah mengkarantina di Wuhan dan di tempat lainnya, mampu menahan penyebaran virus dan dapat membantu pengendalian," katanya dilansir CNN International.

Dia menyebut, wabah itu masih bisa mengarah ke mana saja. Oleh karenanya, negara-negara perlu bersiap untuk menghadapi segala kemungkinan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait