Wabah Corona Diprediksi Berdampak Terhadap Ekspor Impor Januari 2020

Indonesia dapat mengalihkan pasar ekspor dan impornya ke negara lain, seperti Amerika Latin dan Asia Selatan.
Image title
11 Februari 2020, 15:22
Wabah Corona Diprediksi Berdampak Terhadap Ekspor Impor Januari 2020.
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Petugas beraktivitas saat bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/11/2019). Kemendag memprediksi wabah corona di Tiongkok bakal mempengaruhi ekspor impor Indonesia pada Januari 2020.

Penyebaran virus corona telah menyebabkan sebagian aktivitas perekonomian Tiongkok terhenti. Kementerian Perdagangan menyebut, situasi ini mulai berdampak terhadap ekspor impor Indonesia per Januari 2020.

"Corona ini kan sudah muncul sejak Desember, sehingga Januari (ekspor dan impor) sudah terdampak," kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag Kasan Muhri di kantornya, Jakarta, Selasa (11/2).

(Baca: Ekonomi Tiongkok Berpotensi Terpangkas 1% akibat Wabah Virus Corona)

Tak hanya di Indonesia, wabah corona juga menurutnya telah memukul sektor perdagangan sejumlah negara, seperti Brasil yang perdagangannya turun hingga dua digit. Hal serupa juga terjadi di Korea Selatan dan Taiwan.

Advertisement

Oleh karena itu, dia menilai Indonesia dapat mengalihkan pasar ekspor dan impornya ke negara lain, di luar Tiongkok. Beberapa mitra dagang yang menurutnya bisa dijadikan pasar pengganti seperti, Amerika Latin dan negara kawasan Asia Selatan seperti Vietnam dan Myanmar. Namun, potensi tersebut masih dikaji lebih lanjut oleh tim Kemendag.

Lebih lanjut, dia juga menyatakan jika wabah corona menyebabkan penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok, maka dampak penurunan yang sama juga bisa dialami Indonesia.

Sebab, setiap 1% penurunan pertumbuhan ekonomi Tiongkok, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkoreksi 0,23%. "Ini berdasarkan fakta-fakta yang kami temukan secara ilmiah," ujar dia.

(Baca: Korban Meninggal Akibat Virus Corona Capai 1.016 di Tiongkok)

Sementara jika merujuk pada laporan Bank Dunia, setiap 1% penurunan ekonomi Negeri Panda, pertumbuhan Indonesia akan terpangkas 0,3%. Jika asumsi penurunan itu terjadi, dirinya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terpangkas 0,6% dari asumsi makro dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 5,3% menjadi 4,7%.

Seperti diketahui, Tiongkok merupakan pangsa ekspor nonmigas terbesar Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor ke Tiongkok sepanjang 2019 mencapai US$ 25,85 miliar atau memiliki porsi 16,68% terhadap total ekspor nonmigas RI.

Sedangkan, impor nonmigas Indonesia sebagian besar juga berasal dari Negeri Panda tersebut. Pada 2019, impor dari Tiongkok mencapai US$ 44,58 miliar atau mencapai 29,95% dari keseluruhan impor nonmigas Indonesia.

Total korban tewas di Tiongkok  akibat corona hingga Senin (10/2) mencapai 1.016 orang. Kemudian terdapat dua orang tewas di Filipina dan Hong Kong.

Terdapat lebih dari 40 ribu kasus infeksi yang sebagian besar berada di Provinsi Hubei, Tiongkok. Provinsi tersebut kini tengah diisolasi dengan penutupan akses jalur transportasi, baik darat maupun udara.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait