Asosiasi Sebut Mal Belum Sepi Pengunjung Meski Marak Isu Virus Corona

Pusat perbelanjaan tetap meningkatkan kewaspadaan guna mencegah menyebaran virus corona dengan menyediakan cairan desinfektan.
Image title
7 Februari 2020, 20:46
Asosiasi Klaim Mal Belum Sepi Pengunjung Karena Virus Corona.
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pengunjung memilih pakaian di salah satu toko pakaian di sebuah pusat belanja, Jakarta, Selasa (24/12/2019). Jumkah pengunjung mal belum mengalami penurunan meski penyebaran virus corona terus meluas ke sejumlah negara.

Virus corona terus merebak di sejumlah negara. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan, hal tersebut belum mempengaruhi tingkat kunjungan masyarakat ke mal atau pusat belanja, karena Indonesia hingga saat ini masih relatif aman dari penyebaran virus tersebut.

Wakil Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan meskipun belum ditemukan korban suspek corona di Indonesia, pusat perbelanjaan tetap meningkatkan kewaspadaan. Salah satu antisipasinya, yaitu  dengan membekali karyawan ataupun pengunjung dengan cairan disinfektan.

"Sampai sekarang masih normal, tapi kami meningkatkan kewaspadaan dengan memberikan disinfektan di bebarapa titik, seperti di pintu masuk atau toilet," kata dia kepada katadata.co.id, Jumat (7/2).

(Baca: Menakar Kebutuhan dan Lonjakan Harga Masker Akibat Virus Corona)

Advertisement

Menurut dia, beberapa mal bahkan ada juga yang menyediakan piranti kesehatan seperti masker kepada karyawannya untuk mengantipasi penyebaran virus. Upaya ini dilakukan agar pengunjung merasa aman dalam berbelanja.

"Karyawan kami juga dibekali dengan pengetahuan pencegahan virus dan menyiapakan piranti-piranti seperti masker," kata dia.

Lebih lanjut, Alpho juga menjelaskan langkah pemerintah membatasi produk impor dari Tiongkok tak membuat pengusaha khawatir akan kekurangan pasokan yang dapat mempengaruhi harga. Ini dikarenakan, stok makanan dan bahan baku masih mencukupi hingga tiga bulan ke depan.

(Baca: Pengusaha Mal Target Penjualan Retail Naik 50% Natal dan Tahun Baru)

Sehingga dia pun optimistis, dengan daya beli yang cukup baik, pertumbuhan industri retail ataupun pusat perbelanjaan ditaksir masih sekitar 8%.

"Kami sampai sekarang masih optimis tahun ini bisa lebih baik dari 2019. Karena tahun ini juga tidak ada kejadian-kejadian yang besar dan menimbulkan dampak signifikan," kata dia.

Berdasarkan data dari Pusat Data Informasi di KSP, jumlah korban meninggal akibat virus corona sudah mencapai 636 orang pada Jumat (7/2). Virus corona telah menginfeksi sebanyak 30.893 orang di seluruh dunia.

Hampir 260 kasus telah dilaporkan di 31 negara dan wilayah lain di luar Tiongkok daratan, menurut penghitungan Reuters berdasarkan pernyataan resmi dari pihak berwenang yang terlibat. Dari jumlah tersebut, ada dua kematian di luar Tiongkok yakni di Filipina dan Hong Kong.

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait