Pekerja Huawei Diduga Terpapar Virus Corona, BRI: Hanya Demam & Radang

Pekerja Huawei telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan diagnosis, dia dinyatakan demam dan radang.
Image title
Oleh Ekarina
23 Januari 2020, 18:01
Pekerja Huawei Diduga Terpapar Virus Corona, BRI: Hanya Demam & Radang.
Petugas memantau suhu tubuh penumpang menggunakan alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (22/1/2020). Virus corona dikabarkan telah menyebar ke lima negara.

Manajemen pengelola Gedung BRI II mengklarifikasi kabar beredar mengenai seorang karyawan Huawei yang diduga terjangkit virus corona di kawasan perkantoran tersebut. Menajemen mengatakan, berdasarkan diagnosa, korban tak terjangkit virus corona, melainkan hanya demam dan radang tenggorokan.

Corporate Secretary BRI Hari Purnomo mengatakan, saat ini telah berkordinasi dengan Huawei dan pihak terkait  untuk melakukan investigasi terkait kebenaran informasi tersebut.

"Pekerja Huawei tersebut telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan dari hasil diagnosa rumah sakit, dinyatakan bahwa pekerja tersebut terserang radang tenggorokan," kata dia dalam keterangannya, Kamis (23/1).

(Baca: Moeldoko Tegaskan Virus Corona Belum Masuk Indonesia)

Advertisement

Menurutnya, Bank BRI mengedepankan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Perkantoran bagi para pekerja BRI sebagaimana yang tercantum pada peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 48 Tahun 2016.

"Saat ini BRI telah melakukan pengendalian risiko keselamatan bagi para pekerja BRI dengan memberikan masker bagi seluruh pekerja Kantor Pusat Bank BRI," katanya.

Sebelumnya marak dikabarkan seorang karyawan Huawei yang berasal dari Republik Rakyat Tiongkok mengalami demam dan diduga terjangkit virus corona. Perusahaan asal Negeri Panda itu diketahui berkantor di Gedung BRI II, Jakarta Pusat.

"Seorang karyawan dari China mengunjungi kantor kami di Jakarta mengalami demam. Kami dengan tanggap telah mengantarkan karyawan tersebut segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit," ujar PT Huawei Tech Investment Indonesiadalam keterangan tertulis dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis.

Namun, Huawei Indonesia saat ini belum dapat memastikan apakah karyawan tersebut terjangkit virus corona, hingga mendapat konfirmasi resmi dari rumah sakit selaku otoritas dalam bidang kesehatan.

"Begitu kami menerima konfirmasi, kami akan menginformasikan kembali," kata Huawei Indonesia.

(Baca: Virus Corona Wuhan, Berasal dari Ular dan Telah Menyebar ke 5 Negara )

Sebagai bentuk kepedulian dan pencegahan terhadap kesehatan karyawan di lingkungan kerjanya, Huawei Indonesia membagikan masker kepada karyawannya.

"Mengenai pembagian masker di kantor kami, langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur serta bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan di lingkungan kerja kami," ujar Huawei Indonesia.

Virus corona pertama kali terdeteksi di Tiongkok bagian tengah. Dalam perkembangannya, virus ini dilaporkan telah menyebar setidaknya ke lima negara, yaitu Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat (AS).

Bloomberg memberitakan, berdasarkan data beberapa otoritas kesehatan kota dan nasional per 21 Januari 2020 pukul 14.00 EST, telah ditemukan total 296 orang terjangkit virus corona.

Jumlah terbanyak di Tiongkok yaitu 291 orang, diikuti Thailand dua orang, lalu Korea Selatan, Jepang, Taiwan, serta AS masin-masing satu orang.

Otoritas kesehatan disebut bertindak agresif dalam menangani penyebaran virus ini lantaran jumlah orang yang ditemukan terjangkit meningkat dua kali lipat selama akhir pekan lalu.

Satu orang warga AS yang didiagnosis terjangkit virus ini baru saja bepergian ke Wuhan, Tiongkok, yang merupakan pusat penyebaran virus ini.

 

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait