Ekspansi ke Afrika, TSG Global Gandeng 10 Perusahaan BUMN & Swasta RI

Lima BUMN tergabung dalam kerja sama ini di antaranya, PT Wijaya Karya (Wika) Tbk dan PT Industri Kereta Api (Inka).
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
23 Januari 2020, 11:51
Ekspansi ke Afrika, TSG Global Gandeng 10 Perusahaan BUMN & Swasta RI
ANTARA FOTO/ZABUR KARURU
Ekspor gerbong kereta api Inka ke Bangladesh. The Sandi Group (TSG) Global Holdings bekerja sama dengan 10 perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) dan swasta ekspansi bisnis ke Republik Demokratik Kongo, Afrika. Kerja sama mencakup sejumlah bidang, seperti infrastruktur.

Perusahaan asal Amerikan Serikat (AS), The Sandi Group (TSG) Global Holdings bekerja sama dengan 10 perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) dan swasta untuk ekspansi bisnis ke Republik Demokratik Kongo, Afrika. Kerja sama tersebut mencakup sejumlah bidang, seperti infrastruktur, energi serta transportasi.

Sebanyak lima BUMN tergabung dalam kerja sama ini seperti PT Wijaya Karya (Wika) Tbk, PT Industri Kereta Api (Inka), PT Len Industri, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Merpati Nusantara Airlines

Sementara dari pihak swasta, TSG berkolaborasi dengan PT Naga Putih Nusantara (NPN), PT Nabati Agro Sumatera (NAS), PT Widodo Makmur Unggas (WMU), PT LMP Property & Construction, dan PT Aero Bahteranusa Palapa (ABP).

(Baca: WIKA Bakal Bangun Menara di Senegal Senilai Rp 3,9 Triliun)

Ekspansi ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan Indonesia Africa Forum (IAF) 2018 dan Asia Africa Infrastructure Dialogue 2019 di Bali. Saat itu, Indonesia dan Afrika bersepakat untuk menjajaki pengembangan bisnis baru di sektor industri strategis, infrastruktur, pembiayaan, pertambangan, tekstil, pemeliharaan pesawat, dan perdagangan komoditas.

"Skema kolaborasi atau kerja sama yang dilakukan berupa joint operation bisnis. Ada beberapa juga yang Joint Venture, terutama dengan pihak swasta," kata CEO TSG Global Holdings, Rubar Sandi dikutip dari siaran resmi, Rabu (22/1).

Rencananya, TSG Global Holdings bersama Wika, dan Len akan mengerjakan pembangunan electric solar panel berkapasitas 200 Megawatt (MW) di Kongo. Di samping itu, Wika juga tidak menutup kemungkinan akan mengerjakan proyek pembangunan Bendungan (Water Dam) di negara tersebut.

Selanjutnya, TSG dengan Inka akan berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur kereta sepanjang 1.700 kilometer (km), pembelian rolling stock, hingga pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) dari kota ke bandara di Kongo.

(Baca: Marak Hambatan Dagang, Pengusaha Lirik Potensi Pasar Afrika)

Di sektor penerbangan, TSG Global Holdings bersama Merpati Nusantara Airlines akan menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan penerbangan di Afrika, khususnya Kongo untuk membuka rute angkutan Cargo Indonesia-Afrika. Termasuk juga kerja sama dalam hal perbaikan dan perawatan pesawat atau Maintenance Repair and Overhaul (MRO).

TSG Global Holdings juga akan melakukan kerja sama dalam pembelian pesawat NC 212i buatan PT Dirgantara Indonesia.

Selain BUMN, TSG bersama lima perusahaan swasta Indonesia juga turut mengembangkan sektor lainnya di Kongo.  Bersama Naga Putih Nusantara (NPN), TSG akan membangun pabrik pakan ternak. Lalu, bersama Nabati Agro Sumatera (NAS), kolaborasi dilakukan untuk pengadaan stok minyak sawit. Sementara, kolaborasi dengan Widodo Makmur Unggas (WMU) dilakukan untuk mengembangkan peternakan unggas dengan teknologi terbarukan.

Pihak swasta lainnya, yaitu LMP Property & Construction digandeng untuk melakukan pengembangan kota satelit di beberapa provinsi di Kongo. Pihak swasta lainnya, Aero Bahteranusa Palapa (ABP) berkolaborasi dengan TSG untuk mengembangkan bisnis transportasi laut dan sungai di wilayah Kongo.

Rubar mengatakan, alasan ekspansi perusahaan ke Kongo ini sejalan dengan target investor AS yang tengah gencar menyasar di Asia Tenggara dan Afrika. Terlebih Pemerintah AS memberikan dukungan penuh kepada para  investor yang memiliki rencana investasi di dua kawasan tersebut. 

Rubar berharap, kolaborasi ini dapat memberikan manfaat besar bagi kemajuan pembangunan Kongo dan perusahaan-perusahaan Indonesia. Sekaligus, menjadi langkah nyata atas hubungan baik antara Indonesia dengan Afrika.

"Dengan adanya kolaborasi ini, ke depan akan lebih banyak lagi kegiatan bisnis antara perusahaan Amerika dengan perusahaan Indonesia, baik untuk kegiatan bisnis di Indonesia sendiri maupun di luar negeri," katanya.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait