Konflik AS-Iran Mereda, Harga Minyak Kembali Merosot ke US$ 64,9/Barel

Harga minyak jenis Brent untuk kontrak Maret 2020 turun 0,08% menjadi US$ 64,93 per barel.
Image title
13 Januari 2020, 10:17
Konflik AS-Iran Mereda, Harga Minyak Kembali Merosot ke US$ 64/barel.
KATADATA
Iluastrasi kilang minyak. Harga minyak kembali merosot ke level US$ 64,9 per barel pasca meredanya konflik Timur Tengah.

Harga minyak mentah dunia kembali melemah di awal pekan seiring dengan meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Meski demikian, harga minyak masih berpotensi melonjak dipicu kekhawatiran pasar terkait sanksi baru AS terhadap Iran atas serangan balasan rudal di markas pasukan mereka di Irak. 

Dikutip dari Bloomberg pada Senin (13/1) pukul 08.31 WIB, harga minyak jenis Brent untuk kontrak Maret 2020 turun 0,08% menjadi US$ 64,93 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2020 turun 0,05% menjadi US$ 59,01 per barel.

(Baca: Data Stok AS Meningkat, Harga Minyak Terus Turun ke US$ 65)

Namun, pasca-kabar armada Kelima Angkatan Laut AS yang menyatakan sebuah kapal angkatan laut milik Rusia secara agresif mendekati kapal perusak milik Angkatan Laut AS di Laut Arab Utara, Kamis (9/1) lalu, membuat pasar kembali khawatir akan terjadinya konflik lanjutan.

Advertisement

"Dengan mundurnya Iran, ada perasaan bahwa pasokan minyak cukup aman, tetapi dengan sanksi institusi dan laporan ini bahwa kapal Rusia bertindak agresif terhadap kapal AS, membuat pasar kembali sedikit khawatir, "kata Phil Flynn, analis minyak di Price Futures Group di Chicago mengutip Reuters.

Konflik AS di Timur Tengah sebelumnya sempat memanas, setelah AS meluncurkan serangan udara yang menewaskan seorang jenderal Iran. Tak lama berselang, serangan AS itu pun dibalas Iran dengan melemparkan serangan rudal ke pangkalan udara Irak yang menampung pasukan AS. 

(Baca: Iran vs AS Memanas, Luhut: Jangan Terlalu Heboh Harga Minyak Naik)

Namun demikian, dikabarkan hingga kini belum terdapat gangguan produksi minyak di Timur Tengah sebagai akibat dari meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut. Indikasi lain menunjukan bahwa untuk pekan ini pasokan cukup.

Energy Information Administration (EIA) mencatat, persediaan minyak mentah di Amerika Serikat juga naik secara tak terduga pekan lalu dan persediaan bensin melonjak paling banyak dalam sepekan selama empat tahun.

Dalam upaya untuk mengatasi penumpukan pasokan yang berlebih, OPEC dan sekutunya non-OPEC sedang memulai pengurangan produksi lanjutan pada Januari 2020. 

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait