Erick Thohir Lirik Peluang Kirim Tenaga Perawat ke Jepang

Erick Thohir mengatakan, Jepang membutuhkan tenaga kerja di antaranya perawat atau suster.
Image title
9 Januari 2020, 18:43
Bertemu Dubes, Erick Thohir Ingin Kirim Tenaga Suster ke Jepang.
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menteri BUMN Erick Thohir. Eric ingin BUMN bersinergi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedubes untuk mengoptimalkan potensi BUMN di luar negeri.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bertemu dengan seluruh duta besar (dubes) di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Erick menyampaikan keinginannya mengirim tenaga perawat atau suster Indonesia untuk bekerja di Jepang. 

Erick mengatakan, Jepang membutuhkan pasokan tenaga kerja yang besar untuk perawat. "Tenaga kerja di Jepang yang sekarang kekurangan suster," kata dia saat menghadiri Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (9/1).

(Baca: Erick Thohir Bakal Bentuk Induk Usaha Pariwisata)

Erick pun mengusulkan agar Indonesia mengirim tim ke Negeri Sakura dan  mengajak kerja sama di bidang pendidikan perawat dengan menggandeng BUMN yang memiliki rumah sakit. 

Advertisement

Dia berharap ada sinergi antara BUMN dengan Kementerian Luar Negeri beserta para dubes. "Bu Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri) dan para dubes serius," ujar dia.

(Baca: Pertamina Dapat Kepastian Impor LPG Langsung dari Uni Emirat Arab)

Selain kerja sama dalam bidang tenaga kerja, Kementerian BUMN menyatakan keinginannya meningkatkan kerja sama di bidang kilang minyak dan beberapa sektor lainnya. Kerja sama dengan BUMN asing cukup besar, yaitu antara PT Pertamina (Persero) dan The Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc) terkait pengembangan proyek kilang Balongan.

Pertamina juga bekerja sama dengan Mubadala untuk proyek kilang Balikpapan. Mubadala merupakan perusahaan BUMN minyak dan gas bumi asal Uni Emirat Arab.

Selain itu, ada pula kerja sama Masdar dan PLN untuk membangun proyek panel tenaga surya terapung 145 GW. Selanjutnya, kerja sama EGA dan Inalum untuk pengembangan smelter dan hydropower berbasis 500.000 ton per tahun aluminium smelter di Kalimantan Utara.

Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait