Curah Hujan Tinggi, Kementan Target Produksi Beras 3 Juta Ton/Bulan

Kementan menargetkan kenaikan produksi beras pada tahun depan seiring dengan tingginya curah hujan
Image title
31 Desember 2019, 19:11
Curah Hujan Tinggi, Kementan Target Produksi Beras 3 Juta Ton/Bulan .
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Petani memanen padi di Desa Cilangkap, Lebak, Banten, Senin (18/11/2019). Kementerian Pertanian targetkan peningkatan produksi beras 2020.

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi beras pada tahun depan meningkat seiring dengan tingginya curah hujan.  Kementan memprediksi, produksi beras pada 2020 bisa mencapai tiga juta ton per bulan.

"Minimal tiga juta ton per bulan beras kalau konsumsi kita 2,5 juta ton karena area luas tanamnya meningkat saat musim hujan," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/12).

(Baca: Pemerintah Siap Ekspor Beras hingga Ayam ke Arab Saudi)

Menurut dia, produksi beras Indonesia saat ini masig relatif aman dan masih menyisakan cadangan stok beras mencapai 4,7 juta ton hingga Desember 2019. Stok beras itu antara lain tersebar di gudang milik Perum Bulog sejumlah 2,1 juta ton, di tingkat penggilingan 1,5 juta ton dan di tingkat pedagang pasar. 

"Kita punya 1.000 pedagang di pasar yang melaporkan jumlahnya ada 1,1 juta ton," kata dia.

Agung juga menjelaskan konsumsi 2020 meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Adapun, peningkatan konsumsi tertinggi yaitu saat hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri meningkat 10%, Natal dan tahun baru meningkat 5-7%. 

"Hari besar yang lain sepeti Imlek dan Waisak ini harus kita pertimbangkan, karena itu ada kenaikan sekitar 3%," kata Agung.

(Baca: Tak Kompetitif, Ongkos Produksi Beras RI 2,5 Kali Lipat dari Vietnam)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi musim kemarau panjang diprediksi tak akan terjadi tahun depan. Ini disebabkan karena tidak ada fenomena El Nino hingga Juni 2020. 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan siklus curah hujan akan kembali normal pada 2020. BMKG mencatat, awal musim hujan dimulai per akhir Desember 2019 dan terus meningkat hingga Maret 2020.

“Artinya diprediksi tidak terjadi musim kemarau berkepanjangan,” kata Dwikorita, kemarin.

Peningkatan curah hujan akan terjadi secara bertahap, khususnya di Sumatera bagian selatan, Jawa, NTT, Kalimantan bagian tengah, Sulawesi, dan Papua.

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait