Jokowi Pilih Wiranto jadi Ketua Wantimpres karena Faktor Pengalaman

Tak hanya Wiranto, faktor tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan presiden dalam memilih anggota Wantimpres yang lainnya.
Image title
Oleh Rizky Alika
13 Desember 2019, 18:28
Sejumlah Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) membacakan sumpah saat upacara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Presiden resmi melantik sembilan orang Wantimpres periode 2019-2024.
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Sejumlah Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) membacakan sumpah saat upacara pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Presiden resmi melantik sembilan orang Wantimpres periode 2019-2024.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Mantan Menteri Koordinator dan Keamanan Wiranto menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Penunjukan tersebut menurutnya didasarkan pada pengalaman Wiranto selama di pemerintahan.

"Masalah pengalaman, track record. Pak Wiranto kan track record dan pengalamannya panjang di pemerintahan, di TNI," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12).

Menurutnya, Wiranto dinilai andal menangani berbagai masalah selama kariernya di pemerintahan dan TNI. Oleh karena itu, ia berharap Wiranto dapat memberikan masukan dan nasihat kepada Presiden.

Tak hanya Wiranto, faktor tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan presiden dalam  memilih anggota Wantimpres yang lainnya. Jokowi mengatakan, masing-masing anggoota memiliki kapasitas untuk memberikan nasihat dan pertimbangan, baik saat diminta maupun tidak.

(Baca: Jokowi Resmi Lantik Wiranto dan Bos Medco Jadi Anggota Wantimpres)

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya alias Habib Luthfi telah memiliki pengalaman yang berkaitan dengan sosial dan keagamaan. Kemudian, pemilik Mayapada Group Dato Tahir memiliki sepak terjang di ekonomi.

Selanjutnya, Presiden Komisaris PT Mustika Ratu Putri K. Wardani telah berpengalaman di bidang ekonomi kecil.

Sebagaimana diketahui, ada sembilan orang yang menjabat sebagai penasihat presiden tersebut. Selain empat nama tersebut, ada pendiri Medco Group Arifin Panigoro, mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Mardiono, dan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Siddharto Danusubroto yang diambil sumpahnya siang ini.

Sementara, Jokowi mengatakan ia menunjuk Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang untuk menjadi anggota Wantimpres. Namun, Oesman menolak tawaran tersebut lantaran enggan mundur dari partainya. "Memang dalam wantimpres itu tidak boleh merangkap (jabatan)," ujar dia.

(Baca: Ditunjuk Jokowi Jadi Ketua Watimpres, Wiranto Pilih Irit Bicara)

Dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2006, Wantimpres punya tugas memberi nasihat dan bertanggung jawab kepada presiden. Wantimpres juga dilarang menyebarkan isi nasihat dan pertimbangan kepada siapapun.

Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait