Mundur Jadi Calon Ketum Golkar, Bamsoet Bantah Dapat Intervensi Istana

Bamsoet mengatakan, keputusannya mundur dari pencalonan ketua umum telah dipertimbangkan secara matang demi keutuhan partai.
Image title
Oleh Ekarina
4 Desember 2019, 08:33
Wakil Koordinator Bidang (Wakorbid) Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo menyatakan mundur dari kursi pencalonan Ketua Umum partai Golkar. Bamseot membatah ada keterlibatan istana di balik keputusannya mundur.
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Wakil Koordinator Bidang (Wakorbid) Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo menyatakan mundur dari kursi pencalonan Ketua Umum partai Golkar. Bamseot membatah ada keterlibatan istana di balik keputusannya mundur.

Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo membantah isu adanya intervensi Istana terkait keputusannya mundur dari pencalonan Ketua Umum partai berlambang pohon beringin periode 2019-2024. Bambang kerap disebut sebagai salah satu calon kuat penantang Airlangga Hartarto dalam bursa pencalonan. 

"Enggak ada (intervensi), enggak ada," kata Bambang Soesatyo di sela Musyawarah Nasional Partai Golkar di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa malam.

Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo ini juga membantah adanya pertemuan dengan utusan Presiden terkait dengan keputusannya tersebut.

"Tidak ada, tidak ada utusan Presiden. Siapa? Tidak ada," katanya.

(Baca: Usai Temui Luhut, Bambang Soesatyo Mundur dari Pencalonan Ketua Golkar)

Bamsoet menjelaskan bahwa keputusannya mundur dari pencalonan ketua umum telah dipertimbangkannya secara matang demi keutuhan partai.

Dia pun mengungkapkan beberapa alasan di balik keputusan tersebut. "Yang pertama, setelah saya mencermati situasi menjelang munas yang makin panas," kata Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI ini. 

Kedua, kata dia, perlu langkah yang tepat untuk menjaga situasi politik, sebagaimana disampaikan Presiden RI Joko Widodo, agar bisa menjawab tantangan dan pengaruh ekonomi global.

Ketiga, Bamsoet mengaku mendapatkan masukan dari para senior Golkar, seperti Luhur Binsar Pandjaitan, Aburizal Bakrie (ketua dewan pembina), Agung Laksono (ketua dewan pakar), dan Akbar Tandjung.

(Baca: Jokowi: Kalau Bisa Intervensi Pemilihan Ketum Golkar, Jagoan Benar)

Bamsoet juga bertemu dengan tokoh-tokoh Golkar lainnya, seperti Yapto Soerjosoemarno (Ketua Umum Pemuda Pancasila), Pontjo Sutowo (Ketua Umum FKPPI), dan Bobby Suhardiman (Plt. Ketua Umum SOKSI).

Menurut Bamsoet, para senior ini menyarankan, memberi nasihat, dan menyampaikan pentingnya mengambil langkah-langkah agar Partai Golkar tetap solid.

"Saya memutuskan untuk tidak meneruskan demi persatuan dan kesatuan Partai Golkar, plus semangat kami dengan Pak Airlangga, dan didampingi Pak Luhut, dewan pembina, dewan pakar, memberikan nasihat agar rekonsiliasi," katanya.

Presiden Jokowi ikut berkomentar mengenai kabar bahwa dirinya mengintervensi pemilihan ketua umum Golkar.

Menurut dia, tidak ada seorang pun di luar partai beringin yang bisa melakukan intervensi, termasuk dirinya dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. 

(Baca: Timses Airlangga Hartarto Ambil Formulir Calon Ketua Umum Golkar)

Sebelumnya, loyalis Bambang Soesatyo, Syamsul Rizal Hasdy menuding Pratikno ikut menekan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar tingkat I dan II serta sejumlah kepala daerah dari Golkar agar mendukung petahana Airlangga Hartanto.

“Munas tuh urusan internal Golkar. Kalau Mensesneg bisa intervensi ke Golkar, jagoan benar,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12).

Jokowi mengklaim dirinya dan Pratikno tak mengenal satu pun tokoh dari DPD Golkar tingkat I dan II. Karenanya, peluang untuk mengintervensi jalannya Munas Golkar semakin kecil.

Di sisi lain, Jokowi memaklumi jika Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali ikut campur dalam Munas Golkar. Sebab, ketiganya memang kader partai tersebut.

 

 

Reporter: Antara
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait