Ditopang Harapan Negosiasi Dagang, Harga Minyak Menanjak di Awal Pekan

Harga minyak mentah berjangka Brent berada di level US$ 63,46 per barel atau naik 7 sen dibanding perdagangan pekan lalu.
Image title
Oleh Ekarina
25 November 2019, 10:16
Ditopang Harapan Negosiasi Dagang, Harga Minyak Menanjak Di Awal Pekan
ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
ilustrasi Kilang Minyak. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 10 sen, atau 0,17% menjadi US$ 57,87 per barel.

Harga minyak memulai awal pekan dengan sedikit kenaikan. Peningkatan itu dipicu oleh beberapa kabar positif dari Washington selama akhir pekan sehingga kembali menyulut optimisme pasar global bahwa Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dapat segera meneken kesepakatan untuk mengakhiri perang dagang.

Mengutip laman Reuters, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 10 sen, atau 0,17% menjadi US$ 57,87 per barel, setelah ditutup turun pada akhir pekan lalu seiring dengan belum adanya kemajuan dalam negosiasi dagang.

Harga minyak mentah berjangka Brent berada di level US$ 63,46 per barel atau naik 7 sen, atau 0,11% dibanding perdagangan pekan lalu.

"Ini semua masih tentang pembicaraan dagang. Tampaknya (pembicaraan dagang) akan mendominasi aksi pasar saat ini," kata Michael McCarthy, Kepala strategi pasar di CMC Markets di Sydney, Senin (25/11).

Advertisement

(Baca: Harga Minyak Akhirnya Turun dari Level Tertinggi dalam 2 Bulan)

Penguatan harga  minyak hari ini salah satunya datang dari penasihat keamanan nasional A. Robert O'Brien yang pada Sabtu kemarin mengatakan pada bahwa perjanjian dagang tahap awal antara AS dan Tiongkok masih mungkin dilakukan hingga akhir tahun.

Ini terjadi sehari setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping menyatakan keinginan untuk menandatangani kesepakatan perdagangan awal dan meredakan perang tarif 16 bulan yang telah menurunkan pertumbuhan global.

Meski demikian,  Trump juga belum memutuskan apakah dia ingin menyelesaikannya kesepakatan. Sementara di sisi lain Xi juga mengatakan tidak segan membalas tarif AS jika perlu.

Di CMC Markets, ahli strategi McCarthy mencatat bahwa langkah Tiongkok melindungi kekayaan intelektual juga memberikan suasana yang mendukung untuk pembicaraan perdagangan.

"Ini adalah langkah besar ke depan untuk negosiasi perdagangan potensial jika mereka diadopsi sebagai kebijakan resmi," kata McCarthy.

Namun, masih ada kekhawatiran bahwa demonstrasi di Hong Kong, dapat mempengaruhi kemajuan pembicaraan perdagangan.

(Baca: AS-Tiongkok Urung Sepakat, Harga Minyak Kembali Tersungkur )

Penasihat keamanan nasional AS O'Brien memperingatkan bahwa Washington tidak akan menutup mata terhadap apa yang terjadi di Hong Kong.

Para demonstran menyatakan kemarahannya pada pemerintah Tiongkok lantaran dinilai  ikut campur dalam kebebasan yang dijanjikan kepada bekas jajahan Inggris ketika negara itu kembali ke Tiongkok.

Sepanjang akhir pekan, para demokrat kota itu memenangkan mayoritas besar dalam pemilihan dewan distrik.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait