Adhi Karya Kantongi Pembayaran Proyek LRT Jabodetabek Rp 1,4 Triliun

Pada akhir tahun, Adhi Karya kemungkinan masih menerima satu kali lagi pembayaran terkait progres pembangunan LRT.
Image title
13 Oktober 2019, 18:27
Pekerja memasang rangka untuk konstruksi tiang pancang Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Dirut PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto menyatakan progres pembangunan LRT Jabodebek tahap I sampa
ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO
Pekerja memasang rangka untuk konstruksi tiang pancang Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (13/9/2019). Dirut PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto menyatakan progres pembangunan LRT Jabodebek tahap I sampai dengan akhir Agustus 2019 telah mencapai 64,4 persen dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2021.

Perusahaan konstruksi, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menyatakan telah menerima  pembayaran keempat untuk pekerjaan proyek LRT Jabodebek tahap I senilai Rp1,4 triliun. Pembayaran telah dilakukan pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku pengelola LRT Jabodetabek.

Pembayaran ini dilakukan berdasarkan progres pekerjaan LRT Jabodebek tahap I periode Oktober 2018 hingga Maret 2019. Progres pekerjaan tersebut, telah dievaluasi dan diperiksa oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Direktur Keuangan Adhi Karya, Entus Asnawi mengatakan, dengan penerimaan pembayaran tersebut, total pembayaran yang sudah dikantongi Adhi Karya dari pembangunan LRT Jabodetabek hingga saat ini mencapai Rp 8,3 triliun. Adapun nilai kontrak pembangunan LRT secara keseluruhan mencapai Rp 20 triliun.

(Baca: Total Kontrak Baru Adhi Karya hingga Agustus 2019 Capai Rp 6,8 Triliun)

Entus menyatakan, pada akhir tahun, Adhi Karya kemungkinan masih menerima satu kali lagi pembayaran terkait progres pembangunan LRT.

"Sekarang lagi diproses. Baik dari LRT atau proyek lain juga. Nilai pembayaran yang diterima akhir tahun," kata Entus di Cibubur, Jakarta, Minggu (13/10).

Adapun progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek tahap I hingga 4 Oktober 2019, tercatat telah sekitar 66,13%. Rinciannya, untuk  lintas pelayanan 1 rute Cawang -Cibubur sudah 85,7%, lintas 2 rute Cawang – Kuningan – Dukuh Atas rampung 56,1 % dan lintas pelayanan 3 rute Cawang – Bekasi Timur sudah 59,5%.

(Baca: Kas Adhi Karya Minus Rp 2,5 Triliun Akibat Proyek LRT Jabodebek)

Advertisement

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan, harga tiket untuk LRT Jabodetabek rute Cibubur-Dukuh Atas sebesar Rp 12.000 untuk setiap perjalanan. Harga tersebut sudah termasuk subsidi dari pemerintah, di mana harga tiket keekonomiannya seharusnya sebesar Rp 25.000.

"Perkiraannya Rp 12.000. Tapi, bisa saja berubah tapi sementara harganya segitu," kata Budi dalam acara pengangkatan kereta LRT di Stasiun Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (13/10).

Dalam acara tersebut, hadir pula Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait