Jual Lahan Industri, Surya Semesta Naikkan Target Pendapatan Rp 4,1 T

Tahun depan, Surya Semesta Internusa menargetkan penjualan lahan di kawasan Karawang mencapai 20 hektare.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
30 September 2019, 15:29
ilustrasi kawasan industri. Surya Semesta Internusa menargetkan penjualan lahan di kawasan Karawang mencapai 20 hektare pada 2020.
Arief Kamaluddin | Katadata
ilustrasi kawasan industri. Surya Semesta Internusa menargetkan penjualan lahan di kawasan Karawang mencapai 20 hektare pada 2020

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) merevisi target pendapatan perusahaan hingga akhir tahun ini menjadi Rp 4,1 triliun dari yang sebelumnya dipatok Rp 3,9 triliun. Hal ini salah satunya dipicu oleh penjualan lahan industri melonjak  yang melebihi ekspektasi. 

"Target pendapatan Rp 3,9 triliun itu target lama kami. Kemungkinanan sampai akhir tahun ini, top line kami akan naik sampai Rp 4,1 triliun," ujar Head of Investor Relations Surya Semesta Internusa, Erlin Budima di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/9).

Erlin menuturkan, penjualan lahan properti perseroan di daerah industrial estate Karawang pada September 2019 sudah melebihi target akhir tahun.

(Baca: Surya Semesta dan Jasa Marga Garap Proyek Tol Pelabuhan Patimban)

Pada periode ini, perusahaan sudah menjual lahan seluas 16,5 hektare dari target akhir tahun yang seluas 15 hektare. Adapun mayoritas lahan industri itu menurutnya dibeli oleh oleh sektor industri yang relatif baru berkembang di dalam negeri.

"Kami dapat penjualan cukup lumayan dari data center, IT related company. Industri ini merambah ke penjaualan lahan di industrial estate di Karawang sekitar 13,2 hektare untuk IT," kata Erlin.

Oleh sebab itu, perusahaan mengerek target pendapatan tahun ini sebesar 5,1% menjadi Rp 4,1 triliun.

Tahun depan, Surya Semesta Internusa menargetkan penjualan lahan di kawasan Karawang mencapai 20 hektare.

Selain wilayah Karawang, perusahaan saat ini sedang mengembangkan kawasan industri di daerah Subang. Namun, daerah itu kemungkinan baru dapat berkontribusi terhadap bisnis perusahaan pada 2021 mendatang. 

"Masih ada sekitar 95 hekatere lahannya, di Karawang. Jadi, masih sangat cukup untuk menopang pertumbuhan Surya Semesta Internusa dalam dua sampai tiga tahun ke depan," katanya.

Kontribusi Bisnis Properti

Bisnis properti perusahaan tahun ini diperkirakan bakal berkontribusi hingga 15% terhadap total pendapatan perusahaan sepanjang tahun ini. Jumlah  tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan kontribusi pada semester pertama sebesar 8%. 

"Tahun ini target (pendapatan) kan sekitar Rp 4,1 triliun, kontribusinya dari bisnis konstruksi 65%, lalu properti 15%, sisanya 20% hospitality," kata Erlin menambahkan.

(Baca: Beban Bunga Naik, Laba Surya Semesta Menurun)

Sementara, untuk target kontrak baru yang diraih perusahaan di bisnis konstruksi, Erlin menyatakan per Agustus 2019, pihak  baru mengantongi kontrak senilai Rp 1,73 triliun atau 57% dari jumlah yang ditargetkan tahun ini sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 3,5 triliun.

Meski begitu, Erlin optimistis masih dapat mengejar target tersebut karena banyak proyek yang tengah diikuti oleh perusahaan, seperti proyek high rest building  yakni apartemen dan hotel, dan pabrik. "Jadi ada beberapa di pipeline masih sangat menjanjikan," kata Erlin.

Perusahaan juga menyatakan masih menanti pembangunan jalan tol ke Pelaabuhan Patimban yang diperkirakan bakal diumumkan pada akhir tahun atau setelah pelantikan pemerintah baru.  Hal ini diharapkan bisa berdmapak terhadap bisnis, sebab SSIA saat ini  terdaftar sebagai konsorsium pembangunan proyek senilai Rp 5 triliun tersebut bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR).

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait