Danai Modal Kerja dan Ekspansi, PTPN III Dapat Pinjaman Rp 5,4 T

Dana pinjaman akan digunakan untuk mendorong kinerja PTPN III agar menjadi acuan bagi industri perkebunan nasional pada 2023.
Image title
Oleh Rizky Alika
19 September 2019, 20:54
PTPN III saat ini memiliki sejumlah lini bisnis, seperti perkebunan dan pabrik karet, sawit serta pengelola kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangke.
Karet
PTPN III saat ini memiliki sejumlah lini bisnis, seperti perkebunan dan pabrik karet, sawit serta pengelola kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangke.

Holding Perkebunan Nusantara , PT Perkebunan Nusantara III (Persero) mengantongi pinjaman sindikasi US$ 390,6 juta atau Rp 5,4 9 triliun dari 18  perbankan dan lembaga keuangan dalam dan luar negeri. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai modal kerja serta investasi perusahaan dan anak usaha di sektor perkebunan.

"Dengan pembiayaan ini,  perusahaan berkomitmen terus menjalankan transformasi bisnis untuk mendorong kinerja keuangan perseroan dan anak usaha," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama PTPN III Seger Budiarjo di Jakarta, Kamis (19/9).

Menurutnya, pembiayaan itu juga akan digunakan untuk mentransformasi organisasi hingga sumber daya manusia.

(Baca: Buntut Kasus Suap, Menteri Rini Pecat Dirut Induk Perkebunan PTPN III)

Di sisi lain, dana pinjaman akan digunakan untuk mendorong  kinerja PTPN III agar menjadi acuan bagi industri perkebunan nasional pada 2023. Perusahan akan melakukan pengembangan onfarm seperti perawatan tanaman, pencarian bibit, hingga pemupukan tanaman. Sedangkan di sisi off farm, perseroan juga bakal memperbaiki pabrik mulai Juni 2020.

PTPN III mendapatkan pinjaman tersebut dari sejumlah perbankan. Dari domestik, pinjaman berasal dari PT Bank China Construction Bank Indonesia dan PT Bank Shinhan Indonesia.

Sementara, kreditur asing beberapaa di antaranya seperti Aozora Asia Pacific Finance Limited, Bank of The Phillipine Islands, KEB Hana Bank Singapore, dan IBJ Leasing Company.

Bank BTPN bersama dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch bertindak sebagai Mandated Lead Arrangers and Bookrunners (MLAB) dalam kesepakatan perjanjian sindikasi tersebut. Pembiayaan memiliki tenor selama dua tahun dengan suku bunga mengambang sesuai 3 bulan London Interbank Offered Rate (LIBOR) US dollar.

(Baca: Direksi Terjerat Kasus Suap Gula, PTPN III: Operasional Tak Terganggu)

Head of Structured Finance Bank BTPN Rulliantono Hadinoto mengatakan, kasus suap distribusi gula yang sebelumnya diduga dilakukam oleh Direktur Utama PTPN III tidak memengaruhi kepercayaan kreditur dalam memberikan pembiayaan.

"Itu insiden terpisah. Kasus yang kemarin insiden pribadi sehingga terpisah dari policy company," kata dia di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (19/9).

Menurutnya, dalam memberi pinjaman, kreditur memperhatikan rasio pembayaran utang perusahaan (debt to service ratio).  Adapun pihaknya menilai, kemampuan bayar utang PTPN III  dinilai cukup baik sehingga kreditur tetap merasa cukup aman dalam menyalurkan pinjaman.

Di sisi lain, prospek bisnis PTPN III dinilai besar lantaran memiliki landbank yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. "Sehingga ke depan banyak yang bisa disumbangkan dari derivatif perkebunan," ujar dia.

Selain itu, PTPN turut mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Simalungun, Sumatera Utara. Hal ini dinilai memberikan nilai tambah bagi kreditur.

 

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait