Lebih Cepat, Tol Layang Jakarta-Cikampek Siap Beroperasi November 2019

Beroperasinya jalan tol Japek II diharapkan dapat memperlancar arus mudik, libur Natal dan tahun baru 2020.
Image title
Oleh Ekarina
19 September 2019, 19:52
PT Jasa Marga Tbk (Persero) menargetkan tol layang Jakarta-Cikampek II dapat dioperasikan pada Desember 2019.
ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu Chazar
PT Jasa Marga Tbk (Persero) menargetkan tol layang Jakarta-Cikampek II dapat dioperasikan pada Desember 2019.

Jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Japek) II ditargetkan siap beroperasi pada akhir November 2019 atau sedikit lebih cepat dari yang ditargetkan semula pada Desember 2019. Progres konstruksi tol sepanjang 36,4 kilometer tersebut hingga saat ini sudah mencapai 96,5%.

 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakanberoperasinya jalan tol Japek II diharapkan dapat memperlancar arus mudik, libur Natal dan tahun baru 2020.  

"Pada 23 September 2019 akan dimulai uji beban, sehingga kita rencanakan pada November 2019  mudah-mudahan bisa operasional," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui keterangan resmi, Kamis (19/9).

(Baca: Tol Layang Jakarta-Cikampek Dapat Digunakan Natal dan Tahun Baru)

Uji beban itu dilakukan dengan menggunakan 16 truk dengan beban masing-masing 40 ton terdiri dari uji statis dan dinamis.

Basuki juga menyatakan pembangunan tol tersebut terdiri dari 9.000 tiang pancang. Tol layang Japek II juga menjadi jembatan terpanjang di Indonesia, karena semuanya elevated.

Sedangkan untuk mendukung aspek keselamatan, pembangunan tol tersebut menurutnya juga diawasi oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).

 

Karena itu, dia  mengatakan rampungnya tol ini sudah banyak ditunggu masyarakat dan pemerintah. Beroperasinya tol ini diharapkan dapat menunjang kelancaran mobilitas angkutan logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok ke kawasan industri di Cikarang, Karawang dan Cibitung maupun ke arah Bandung dan Tol Trans Jawa.

Selain itu,  tol Layang Japek II akan menambah kapasitas tol Japek yang berada dibawahnya serta memisahkan antara arus lalu lintas (lalin) jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh.

(Baca: Jasa Marga Usulkan Kenaikan Tarif Tol Jagorawi dan Banyak Ruas Tol)

Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh menggunakan tol layang Japek II.

Tol Layang Japek II berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat.

Konsesi pengerjaan proyek ini ditangani anak usaha Jasa Marga, yaitu PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JCC) dengan melibatkan dua kontraktor untuk Pengadaan Jasa Pemborongan Pekerjaan, yaktu PT Waskita Karya Tbk (Persero) dan PT Acset Indonusa Tbk (KSO Waskita–Acset).

Berdasarkan Kerja sama Operasi (KSO), Waskita Karya yang memiliki porsi 51% saham di KSO tersebut mengerjakan ruas tol sepanjang 19,7 km dari Cikunir hingga Cikarang. Sementara itu, Acset Indonusa yang memiliki 49% saham mengerjakan ruas dari Cikarang hingga Karawang sepanjang 18,9 km.

Konstruksi layang dilakukan bersamaan dan berdekatan dengan pembangunan infrastruktur lain yakni Kereta Cepat Jakarta - Bandung, Kereta Ringan Jabodetabek (light rail transit) dilakukan diatas jalan tol eksisting yang beroperasi.

(Baca: Target Jasa Marga 3 Ruas Tol di Jawa & Kalimantan Beroperasi Tahun Ini)

Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani pihaknya mengusulkan tol layang Japek II digunakan hanya untuk kendaraan golongan I yakni mobil kecil dan bus.

"Secara struktur, tol ini bisa dilewati seluruh golongan kendaraan pertimbangannya adalah faktor safety karena masih banyaknya truk over dimension over load (ODOL) kecepatannya sangat pelan, risiko pecah ban dan lainnya," kata Desi.

 

 

Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait