Di KTT G20, Presiden Jokowi Terima 16 Permintaan Pertemuan Bilateral

Tak hanya dari negara anggota G20, Indonesia mendapat permintaan pertemuan dari negara nonanggota.
Dimas Jarot Bayu
27 Juni 2019, 06:00
Presiden Joko Widodo menghadiri KTT G20 di Cina, Senin (5/9)
Laily Rachev | Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo menghadiri KTT G20 di Cina, Senin (5/9)

Indonesia bakal mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang  28-29 Juni 2019. Di sela pertemuan tersebut, Presiden Jokowi telah mendapat permintaan pertemuan bilateral dari 16 negara.

Beberapa negara  tersebut di antaranya Turki, Korea Selatan, Australia, Kanada, dan Brazil. Selain itu Jokowi direncanakan bertemu Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. “Di sela-sela KTT G20 tentunya permintaan untuk pertemuan bilateral sangat banyak. Sudah kami terima 16 permintaan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (26/6).

(Baca: Jokowi Siap Bawa Isu Perang Dagang hingga Sampah ke KTT ASEAN dan G20)

Namun pertemuan bilateral dengan Abe harus diatur ulang lantaran jadwal Sang Perdana Menteri cukup ketat. “Karena dia Chairman G20, jadi ini paling challenging mengatur waktunya,” kata Retno.

Advertisement

Selain itu, Indonesia mendapat permintaan pertemuan bilateral dari negara-negara non-G20, seperti Belanda, Kongo, dan Senegal. Permintaan juga datang dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Bank Dunia David Malpass.

Meski demikian, dia enggan merinci poin apa saja yang akan dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut. “Masing-masing punya isu. Sekali lagi kami sedang berupaya mencocokkan waktu,” kata Retno.

(Baca: Mendag Nilai Kesepakatan G20 Penting Menekan Tensi Perang Dagang)

Dalam KTT G20, Jokowi bakal berbicara di empat sesi utama, yakni terkait ketidaksetaraan, pendidikan, infrastruktur, dan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Dalam keempat sesi tersebut, mantan Walikota Solo itu akan menekankan pada persoalan inklusivitas dan pembangunan berkelanjutan.

Jokowi juga akan berbicara terkait ekonomi digital di sesi lainnya. “Sesi dua lainnya adalah trade investment dan environment. Indonesia mendapatkan bagian, setiap kepala negara dapat dua sesi bicara,” kata Retno.

Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait