BW Tuduh Saksi dan Ahli Jokowi-Ma’ruf Beri Keterangan Tak Sesuai Fakta

Bambang menuding sejumlah saksi dan ahli dari kubu kuasa hukum Jokowi yang dianggap tak sesuai fakta.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
24 Juni 2019, 16:59
Kuasa Hukum Prabowo Subianto, Saksi Kuasa Hukum Jokowi
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto  dalam sidang pendahuluan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 yang diajukan pasangan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat (14/6). 

Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto menuding saksi dan ahli yang dihadirkan Tim Kuasa Hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin memberikan keterangan tidak sesuai fakta. Hal tersebut salah satunya terlihat dari keterangan Marsudi Wahyu Kistoro.

Bambang mengatakan, Marsudi sebelumnya menyebut dirinya merupakan perancang sistem teknologi informasi di KPU. Sedangkan, berdasarkan informasi yang dia peroleh, sistem teknologi informasi itu bukan dirancang oleh Marsudi.

“Masak sih saksinya semua tidak sesuai fakta,” katanya di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta, Senin (24/6).

(Baca: Pertanyakan Kredibilitas Saksi, BW: Anda Sudah Tulis Berapa Buku?)

Ahli lain yang juga dipertanyakan oleh dia adalah Edward Omar Sharif Hiariej. Edward sebelumnya menyampaikan peradilan cepat (speedy trial) sempat dilakukan di pengadilan hibrid Kamboja ketika menyidangkan Le Duc Tho.

Hal itu dibantah Bambang yang menyebut Le Duc Tho tidak pernah disidang dalam pengadilan hibrid di Kamboja. Sebab, Le Duc Tho merupakan tokoh peraih nobel perdamaian asal Vietnam. "Ini salah tulis. Gimana kami bisa percaya?” ujar Bambang.

Lebih lanjut, dia juga menilai Edward salah kaprah ketika menjelaskan soal pembuktian dalam peradilan cepat. Sebab, Edward menyebut pembuktian primer dalam peradilan cepat harus menggunakan alat bukti surat.

(Baca: Pengakuan Saksi Soal Pelatihan Tim Jokowi untuk Kemenangan Pilpres)

Sedangkan menurut dia, hal tersebut tak mungkin dilakukan mengingat jangka waktu peradilan cepat yang cukup singkat. “Dalam speedy trial salah satu yang harus dipakai menggunakan investigation scientific research,” kata Bambang.

Meski demikian, Bambang tak akan memperkarakan keterangan yang disampaikan oleh saksi dan ahli dari Tim Kuasa Hukum Jokowi-Ma’ruf, sebab pihaknya hanya ingin memperjuangkan keadilan substantif.

Dirinya tidak menginginkan ada drama tak penting ketika persidangan sengketa Pilpres 2019 berlangsung. “Sekarang kami fokus agar proses di Mahkamah Konstitusi berjalan dengan baik. Kami mempertanggung jawabkan apa yang sedang kami lakukan kepada Republik,” ujarnya.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait