Cegah Kemacetan Arus Balik, Sistem Satu Arah di Tol Berlaku 7-10 Juni

Kemenhub akan menerapkan kembali sistem satu arah (one way system) pada puncak arus balik 7-10 Juni 2019 untuk mengurai kemacetan.
Image title
4 Juni 2019, 18:00
Penampakan Gerbang Tol Kalihurip Utama, Karawang, Jawa Barat (20/5).  PT Jasa Marga (Persero) memastikan dua gerbang tol anyar pengganti GT Cikarang Utama, yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip, siap beroperasi pada Kamis, 23 Mei 2019, atau menjelang a
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Penampakan Gerbang Tol Kalihurip Utama, Karawang, Jawa Barat (20/5).  PT Jasa Marga (Persero) memastikan dua gerbang tol anyar pengganti GT Cikarang Utama, yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip, siap beroperasi pada Kamis, 23 Mei 2019, atau menjelang arus mudik 2019.

Pemerintah sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalan tol selama periode arus balik Lebaran 2019. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan pihaknya siap menerapkan kembali sistem satu arah (one way system)  pada 7-10 Juni 2019.

Namun, tak seperti pada saat arus mudik yang mana sistem satu arah diberlakukan sejak pagi hari, pada saat arus balik nanti sistem ini baru akan diberlakukan mulai pukul 12.00-24.00 WIB. Pembatasan itu bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada bus yang akan kembali dari arah barat atau Jakarta ke timur atau Jawa Tengah.

(Baca: Hingga H-3 Lebaran, 926 Ribu Kendaraan Telah Keluar Jakarta )

"Ini memberikan peluang kepada bus agar bisa menggunakan jalan tol," ujarnya, saat ditemui di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (4/6).

Advertisement

Adapun sistem satu arah akan diterapkan mulai KM 414 Kalaikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama. Setelah KM 70 akan diberlakukan skema contra flow. Kebijakan ini bisa berubah sesuai dengan dinamika di lapangan dan diskresi dari Korlantas Polri.

Persiapan Fasilitas Rest Area

Selain itu, untuk memperisapkan arus balik, pihaknya meminta kepada pengelola tempat istirahat atau rest area untuk memasang rambu-rambu masuk dan keluar tempat istirahat untuk digunakan pada sistem satu arah. Kemenhub menargetkan sebelum 7 Juni, petunjuk arah tersebut sudah terpasang. "Intinya kan ada perubahan rest area yang awalnya di jalur B, jadi jalur A dan B. Ini pasti ada perubahan entry dan exitnya," kata dia.

Sementara itu, untuk pengadaan mobile toilet akan dilengkapi dengan kanopi. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan saat arus mudik, banyak pemudik yang mengantri mobile toilet dengan rata-rata panjang anteran antara 30-50 orang. Sehingga perlu adanya kanopi. Kemudian, pihaknya juga akan menambah bengkel, dan mobil derek, karena banyaknya mobil yang mogok pada arus mudik.

(Baca: Kemenhub Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 8-9 Juni 2019)

Lalu, untuk mengurangi kepadatan kendaraan saat memasuki gerbang Tol Palimanan, pihaknya akan menambah mobile rider dari 28 menjadi 30, dan mesin EDC dari 2 menjadi 12 unit.

Budi juga mengatakan tempat peristirahatan selalu menjadi masalah pada masa angkutan lebaran, karena terjadinya penumpukan pemudik, bahkan hingga ke bahu jalan. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada pemudik agar mulai berangkat pada dini hari, sehingga bisa mencapai tempat tujuan sebelum malam dan tak perlu beristirahat lama di rest area.

"Jalan saat malam pasti kantuk, karena tempat istirahat penuh, akhirnya menumpuk di bahu jalan. Makanya kami mengimbau berangkat jam 4 subuh," ujarnya.

Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait