Kemenhub Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 8-9 Juni 2019

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas arus balik, Budi Karya mengusulkan sistem satu arah diberlakukan kembali.
Image title
4 Juni 2019, 04:00
Pemudik kendaraan roda empat melintas di jalan tol Pejagan-Pemalang, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (30/5/2019).
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Pemudik kendaraan roda empat melintas di jalan tol Pejagan-Pemalang, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (30/5/2019).

Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi memprediksi puncak arus balik lebaran 2019 terjadi pada 8-9 Juni. Prediksi ini dihitung dari penetapan hari lebaran yang jatuh pada 5 dan 6 Juni mendatang.

Seiring dengan prediksi puncak arus balik, Budi menyatakan telah meminta PT Jasa Marga dan Korlantas Polri melakukan sejumlah persiapan, salah satunya dengan kembali menerapkan sistem satu arah (one way) dengan memperhatikan arus bus yang akan kembali ke arah Jawa Tengah.

(Baca: Tinjau Jalur Pantura, Kemenhub Sebut Puncak Arus Mudik Sudah Lewat)

Oleh karena itu, dia menyarankan agar penerapan sistem satu arah bisa dimulai pada 7 dan 8 Juni serta membuka kemungkinan perpanjangan hingga 9 Juni jika masih terjadi kepadatan. "Arus balik kami merencanakan  (sistem satu arah) cuma dua hari, paling tidak 7-9 one way. Tapi sekali lagi kami memberikan usulan," ujarnya ditemui di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (3/6).

Advertisement

Selain itu, Budi menyarankan agar sistem satu arah bisa diterapkan hingga KM 29 atau hingga Tol Cikarang Utama. Ia juga mengimbau kepada pemudik agar bisa kembali ke Jakarta sehari setelah lebaran yaitu pada 6 Juni atau setelah puncak arus balik pada 10 Juni 2019.

(Baca: H-2 Lebaran, Sistem Satu Arah di Jalan Tol Masih Diberlakukan )

Adapun hari ini merupakan penerapan sistem satu arah terakhir untuk arus mudik. Namun, sistem tersebut bisa saja kembali diterapkan, jika terjadi kepadatan lalu lintas.

Adapun, rekayasa sistem lalu lintas satu arah serta contraflow dinilai efektif dalam mengurai  kepadatan pada tahun lalu lintas . Dalam waktu kurang dari dua jam sejak pemberlakuan satu arah, kepadatan selepas GT Cikampek Utama pun terurai. Hingga siang ini antrean di GT Cikampek Utama terpantau normal.

(Baca: Awas, Titik Macet Arus Mudik Trans-Jawa)

Selain menerapkan contraflow dan sistem satu arah. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyiapkan beberapa strategis untuk memecah kemacetan yaitu memindahkan Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama ke GT Cikampek Utama. Relokasi gerbang tol tersebut nantinya melayani transaksi kendaraan menuju Palimanan. GT Kalihurip Utama di KM 67 pada ruas Tol Cipularang akan melayani transaksi Cileunyi.

Reporter: Fariha Sulmaihati
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait