Rambah Retail Elektronik, MAP Akan Jadi Distributor Apple Indonesia

MAP akan memasarkan brand Apple di Indonesia, sejalan dengan bisnis perusahaan yang bergerak di segmen gaya hidup.
Image title
Oleh Ekarina
17 Mei 2019, 11:19
MAP jadi distributor Apple
Arief Kamaludin|KATADATA
MAP akan menjadi distributor resmi produk Apple di Indonesia.

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) memperluas portofolio bisnis ke segmen retail elektronik. Menggandeng salah satu brand asal Amerika Serikat (AS), MAP akan menjadi distributor resmi produk Apple di Indonesia.

"Kami telah menandatangani kerja sama distribusi brand Apple di Indonesia. Detailnya sedang kami finalisasi, harapannya bisa terealisasi tahun ini," kata Direktur Relation and Corporate Communication MAPI, Fetty Kwartati kepada Katadata.co.id, Kamis malam (16/5).

Alasan perusahaan mengakuisisi brand Apple untuk dipasarkan di Indonesia, karena produk tersebut cukup besar dan dikenal di dalam negeri serta sejalan dengan bisnis perusahaan yang banyak bergerak di segmen gaya hidup.

(Baca: Anak Usaha MAP Siapkan Rp 250 Miliar untuk Buka 150 Gerai Retail)

Advertisement

Mitra Adiperkasa saat ini dikenal sebagai pemilik jaringan retail department store Sogo, Seibu, gerai fashion ZARA, Mango, Marks & Spencer dan lainnya.

Perusahaan juga mengoperasikan bisnis gerai makanan minuman melalui anak usaha MAP Boga seperti Starbucks, Cold Stone, Pizza Express dan Krispy Kreme. Kemudian, retail sepatu dan olahraga di bawah anak usaha, MAP Active yang membawahi penjualan gerai seperti Sports Station, Kidz Station, Clarks, Lego dan lainnya.

Sepanjang 2019, secara keseluruhan MAP telah mengoperasikan sebanyak 2.345 unit gerai. Perusahan juga tercatat telah memiliki lima unit gerai di Vietnam serta menjadi pemasok barang ke lebih dari 200 gerai retail di 37 kota besar Thailand.

Terkait kondisi bisnis ini, Fetty menyatakan tahun ini bisnis retail masih menantang dengan persaingan dan fluktuasi nilai tukar. Adapun perusahan menerapkan sejumlah startegi untuk meningkatkan kinerja tahun ini dengan memperkuat sinergi seluruh lini bisnis grup, fokus pertumbuhan merek-merek utama seperti Starbucks, ZARA, Sports Station, dan lainnya.

Kemudian fokus pada digitalisasi gerai MAP, ekspansi selektif untuk bisnis di Thailand sera Vietam dan mengevaluasi peluang pasar lain di Asia Tenggara.

Sepanjang tahun ini perusahaan menargetkan kenaikan pendapatan 15% menjadi Rp 21 triliun dibanding pendapatan tahun lalu Rp 18,9 triliun.

(Baca: Payless Diisukan Bangkrut, MAP Tetap Buka 18 Gerai Hingga Akhir Tahun)

Emiten retail busana, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), naikkan alokasi belanja modal (capital expanditure/capex) tahun ini menjadi Rp 1 triliun, lebih tinggi 39% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 716 miliar. Dana tersebut sebagian akan digunakan untuk membangun gerai baru dan pusat distribusi di Jawa Barat.

Head of Investor Relation Matahari Department Store, Margareth Go mengatakan pada tahun ini perusahaan berencana membangun empat hingga enam gerai baru dengan luas 26 ribu meter per segi di sejumlah kota di Indonesia. Selain gerai baru, perusahaan juga akan merombak beberapa gerai agar lebih berorientasi lifestye.

Dengan tambahan gerai tersebut, secara total perusahaan akan mengoperasikan sekitar 166 unit gerai hingga akhir tahun dengan total luas area lebih dari 1 juta meter persegi.

(Baca: Ekspansi Gerai, Matahari Store Naikkan Belanja Modal Jadi Rp 1 Triliun)

Selain menambah gerai, perusahaan tahun ini juga berfokus merampungkan pembangunan pusat distribusi. Pada tahun lalu, perusahaan membeli tanah senilai Rp 299 miliar di Jawa Barat. Fasilitas baru ini diharapkan dapat beroperasi pada 2020.

"Seluruh belanja modal akan kami biayai dari internal perusahan," ujarnya dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (26/4). Dengan ekspansi yang perusahaan lakukan tahun ini, diharapkan bisa mendorong peningkatan kinerja perusahaan.

Pada tahun lalu, Matahari membukukan penjualan kotor Rp 17,8 triliun, tumbuh 2,1% dibanding 2017 sebesar Rp 17,4 triliun.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait