Penentuan 1 Ramadan, Kemenag Gelar Sidang Isbat Sore Ini

Pemantauan Rukyatul Hilal akan dilakukan di 102 titik di Indonesia.
Image title
Oleh Ekarina
5 Mei 2019, 14:50
Sejumlah pelajar melintas di depan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh saat mengikuti pawai sambut Ramadhan di Aceh Barat, Aceh, Jumat (3/5/2019). Pawai yang diikuti ratusan pelajar tersebut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 hijriah.
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz.
Sejumlah pelajar melintas di depan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh saat mengikuti pawai sambut Ramadhan di Aceh Barat, Aceh, Jumat (3/5/2019). Pawai yang diikuti ratusan pelajar tersebut dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 hijriah.

Kementerian Agama akan menggelar sidang Isbat penentuan awal Ramadan 1440 Hijriah. Sidang isbat dijadwalkan digelar Minggu (5/5) sore ini mulai pukul 17.00 WIB di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, di Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mengatakan sidang akan diawali dengan pemaparan posisi hilal awal Ramadan oleh Tim Falakiyah Sidang Isbat Kementerian Agama.

Setelah pemaparan, usai Maghrib pihaknya akan melaporkan hasil data hisab dan pantauan rukyatul hilal yang telah dilakukan oleh Tim Kemenag di seluruh Indonesia. "Kita melakukan pantauan Rukyatul Hilal di 102 titik di Indonesia," katanya, Minggu (5/5).

(Baca: Jokowi Gelar Ratas untuk Pastikan Kesiapan Ramadan dan Lebaran 2019)

Advertisement

Berdasarkan hasil pantauan itu, sidang yang melibatkan unsur Kementerian Agama, DPR, MUI, ormas-ormas Islam, serta perwakilan negara sahabat akan memutuskan kapan awal Ramadhan. Sidang ini akan dilaksanakan secara tertutup.

Pemerintah telah melakukan sejumlah persiapan menjelang masuknya bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1440 Hijriah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memanggil para menteri dan pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membahas persiapan Ramadan dan Lebaran 2019 dalam rapat terbatas (Ratas). Rapat tersebut juga dilakukan guna memastikan koordinasi di lapangan terkait ketersediaan bahan pokok dan kelancaran arus mudik.

Presiden menyebut, ada tiga hal yang menjadi fokus dalam pembahasan Ratas. "Fokus persiapan Ramadan dan Lebaran 2019 harus dilakukan dengan manajemen lapangan lebih terpadu, lebih terkoordinasi dari pusat maupun di daerah," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/5).

(Baca: Sambut Ramadan, Pertamina Siapkan 8 Juta Tabung LPG 3 Kg)

Pertama, ketersediaan dan stabilitas bahan-bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat saat Ramadan dan Lebaran 2019. Jokowi meminta supaya kabinet kerja dan perusahaan BUMN, terutama Bulog, untuk menjaga pasokan yang cukup sehingga harganya mampu terjaga sepanjang Ramadan dan Lebaran 2019.

Kedua, soal kesiapan infrastruktur dan moda transportasi yang berada di jalur-jalur mudik. Terkait moda transportasi, Jokowi meminta kecukupan stok bahan bakar minyak (BBM) di sepanjang jalur mudik.

(Baca: Jelang Ramadan, Pemerintah Jaga Stok Pangan, BBM, dan Transportasi)

Sementara dari sisi intrastruktur, Jokowi menyebut percepatan pembangunan tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatra bakal memperlancar perjalanan masyarakat.

Terakhir, soal faktor keamanan. Jokowi memerintahkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mencegah gangguan keamanaan dan ketertiban. "Sehingga umat Islam bisa menjalankan ibadahnya dengan tenang aman dan nyaman," ujarnya.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait