Hanya Sedikit Perkebunan Sawit Rakyat yang Tersertifikasi ISPO

Hingga saat ini, baru sembilan koperasi perkebunan sawit masyarakat yang mendapat sertifikasi ISPO.
Image title
Oleh Ekarina
26 April 2019, 06:00
Hanya Sedikit Perkebunan Sawit Rakyat yang Tersertifikasi ISPO
Arief Kamaludin|KATADATA
Petani melakukan panen buah kelapa sawit di salah satu perkebunan di Riau.

Komisi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) menyatakan bahwa baru 5.976 hektare perkebunan sawit masyarakat yang mengantongi sertifikat ISPO. Jumlah tersebut sekitar 0,1 % dari total perkebunan sawit rakyat saat ini seluas 5,8 juta hektare.

Angka tersebut masih sangat kecil, mengingat sertifikasi ISPO sudah mulai digulirkan sejak 2011. Untuk itu, Komisi ISPO  mengambil sejumlah langkah guna mendorong perkebunan rakyat agar lebih banyak lagi yang tersertifikasi. "Baru sembilan koperasi yang mendapat sertifikasi ISPO," kata Kepala Sekretariat Komisi ISPO Aziz Hidayat Pekanbaru, Kamis (25/4).

(Baca: KPPU Curigai Realisasi Kemitraan Perusahaan Sawit dan Kebun Rakyat)

Misalnya, melalui kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).  Dengan kerja sama tersebut, Komisi ISPO bersama BPDPKS akan membentuk kelembagaan petani kebun sawit seperti koperasi yang akan sangat membantu percepatan petani memperoleh sertifikat.

Advertisement

Menurut Aziz, lembaganya dengan BPDPKS sedang menyusun proposal untuk percepatan ISPO bagi perkebun. "Kita lakukan prakondisi dimulai dengan pembentukan kelembagaan seperti koperasi dan disambut baik BPDPKS," ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta dukungan dari pemerintah daerah serta perusahaan perkebunan sawit swasta dengan menggandeng petani sawit dalam melakukan praktik budidaya sawit berkelanjutan.

"Seluruh perusahaan besar mari berdayakan petani kita dengan pola kemitraan supaya petani kita semakin sejahtera dan mengurangi isu-isu negatif sawit kita kurang baik," kata dia.

(Baca: Tepis Kritik, Komisi ISPO Sebut Sertifikasi Kebun Sawit Terpercaya)

Sejak dibentuk pada 2011, Komite ISPO sudah menerbitkan 502 sertifikat, terdiri dari 493 perusahaan, 5 koperasi swadaya dan 4 KUD Plasma dengan luas total areal 4.115.434 hektare.

Luas areal tersertifikasi ini baru mencapai 29,30 persen dari total luas kebun sawit di Indonesia mencapai 14,03 juta hektare. Total produksi tandan buah segar (TBS) yang sudah bersertifikat ISPO sebanyak 52,2 juta ton per tahun dengan produksi CPO 11,57 juta ton per tahun.

Dari 502 sertifikasi tersebut, terdiri dari perusahaan swasta 459 sertifikat, dengan luas areal 3.905.138 hektar atau 50,66 persen dari luas total 7,707 juta hektare.

(Baca: Diskriminasi Sawit, RI Duga Uni Eropa Ingin Tekan Defisit Dagang)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait