Jokowi Perintahkan Para Menteri Jaga Harga Sembako Menjelang Ramadan

Jokowi mengimbau jajarannya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan.
Dimas Jarot Bayu
23 April 2019, 13:54
Pedagang sayur mayur di Kawasan Pasar Rumput, Jakarta, Rabu, (21/01).
Arief Kamaludin | KATADATA
Pedagang sayur mayur di Kawasan Pasar Rumput, Jakarta, Rabu, (21/01).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk memperhatikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, khususnya menjelang Ramadan dua pekan mendatang. Harga bahan pokok harus dikontrol agar terjangkau oleh masyarakat.

Dia pun mengimbau ketersediaan bahan pokok harus selalu dipastikan agar tak terjadi kekurangan pasokan selama Ramadan. "Saya ingatkan soal stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok benar-benar diperhatikan," kata Jokowi ketika membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat (23/4).

(Baca: Prabowo Janji Turunkan Sembako dalam 100 Hari, Ekonom: Bisa Impor)

Dengan demikian, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa tanpa harus memikirkan masalah harga dan ketersediaan bahan pokok. "Sehingga masyarakat bisa nyaman dan tenang menjalankan ibadah puasa," kata Jokowi.

Advertisement

Lebih lanjut, Jokowi juga meminta TNI, Polri, dan kementerian terkait menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban pasca-Pemilu 2019. Sebab, ada riak-riak kecil yang terjadi di tengah masyarakat.  Kendati menurutnya riak-riak tersebut merupakan hal yang biasa dalam pesta demokrasi.

(Baca: Stabilisasi Harga, Kementan Pasok 38 Ton Bawang lewat Operasi Pasar)

Tetapi hal tersebut tetaplah harus diantisipasi oleh TNI dan Polri karena dihawatirkan dapat membesar jika tak diantisipasi sedari dini. "Jangan sampai mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat," katanya.

 Situs Pusat Informasi Harga Pangan (PIHPS) Nasional per 23 April 2019 menunjukkan, beberapa harga pangan di pasar mulai ada kenaikan, seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah serta gula pasir premium.

Untuk menstabilkan harga jual bahan pokok, seperti bawang putih, Kemendag pada pekan lalu menggelar operasi pasar. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahja Widayanti mengatakan pemerintah menggelontorkan bawang putih dengan harga jual di tingkat grosir sebesar Rp 20.000 per kilogram.

(Baca: Jelang Ramadan, Menteri Enggar Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar)

Sementara di tingkat pembeli, bawang putih dijual Rp 30.000 - 32.000 per kilogram. Saat ini, rata-rata harga jual bawang putih di pasar telah menembus Rp 47.200 per kilogram.

Menurut dia, operasi pasar bawang putih akan dilakukan di 12 pasar di Jakarta, seperti Pasar Senen, Pasar Jatinegara, Pasar Keramat Jati, Pasar Baru, Pasar Glodok, dan Pasar Tomang. Ooperasi pasar juga akan dilakukan secara bertahap di Lampung, Samarinda, Riau, Manado, Palembang, dan Jambi.

Operasi pasar ini untuk menindaklanjuti arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pasca-pemanggilan tujuh importir pada Selasa (16/4) kemarin untuk mengeluarkan stok bawang putih mereka di gudang. "Operasi pasar kami utamakan di daerah-daerah yang kenaikan harga bawang putihnya cukup tinggi," ujar Tjahya.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait