Lion Air Hentikan Sementara Operasional 10 Pesawat Boeing 737 MAX 8

Lion Air menghentikan sementara pengoperasian 10 pesawat Boeing 737 MAX 8 tanpa batas waktu yang ditentukan.
Image title
Oleh Ekarina
12 Maret 2019, 06:39
Lion Air
Arief Kamaludin|KATADATA
Lion Air menghentikan sementara penggunaan Boeing 737 MAX 8.

Maskapai penerbangan Lion Air  menghentikan sementara pengoperasian (temporary grounded) 10 pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dimiliki perusahaan saat ini. Penghentian operasi pesawat ini hingga batas waktu yang belum ditentukan. 

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan penghentian ini dilakukan sebagai respons perusahaan atas surat edaran dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan tentang penghentian sementara pengoperasian pesawat Boeing 737 MAX 8.

(Baca: Kemenhub Larang Boeing 737-8 MAX Garuda dan Lion Terbang Sementara)

Lion Air saat ini mengoperasikan 10 unit pesawat Boeing 737 MAX 8. Danang menyatakan selama mengoperasikan pesawat Boeing 737 MAX 8, Lion Air menjalankan dengan mengutamakan prinsip keselamatan dan keamanan penerbangan. Di antaranya dengan mewajibkan pelatihan awak pesawat serta memberikan perawatan pesawat secara konsisten.

"Lion Air terus berkomunikasi dengan DKUPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara) dalam kaitan menyampaikan informasi serta data-data pengoperasian pesawat Boeing 737 MAX 8," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin malam (12/3).

Lion Air melaksanakan standar operasional prosedur pengoperasian pesawat udara sesuai dengan aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat.

 Adapun terkait dampak dari terhentinya operasional pesawat ini, Danang menyebut pereroan beruoaya meminimalisir dampak dari keputusan ini agar operasional penerbangan dapat berjalan dengan baik dan tidak terganggu.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebelumnya menyatakan ikut memantau investigasi terhadap  kecelakaan pesawat Boeing 737-800 MAX milik maskapai Ethiopian Airlines rute Addis Ababa-Nairobi yang jatuh Minggu (10/3) kemarin.

Jenis pesawat yang sama pernah jatuh di lepas Pantai Tanjung Karawang pada Oktober 2018 silam. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan, Kemenhub juga berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Federal Aviation Administration (FAA) alias Federasi Administrasi Penerbangan internasional.

"Koordinasi ini untuk memutuskan langkah lanjut perbaikan operasional 737-800 MAX," kata Polana dalam keterangan resmi Kemenhub, Senin (11/3). 

(Baca: Kemenhub Ikut Pantau Investigasi Jatuhnya 737 MAX Ethiopian Airlines)

Selain kerja sama dengan FAA, Kemenhub juga menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), hingga pabrikan pesawat itu yakni Boeing untuk mengevaluasi kecelakaan pesawat berjenis 737-800 MAX.

Polana mengatakan, langkah ini diperlukan untuk meningkatkan teknik operasional Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terhadap operasi Boeing 737-800 MAX selanjutnya.

Kemenhub juga tetap mengawasi maskapai-maskapai penerbangan Indonesia yang menggunakan jenis pesawat tersebut. Saat ini Lion Air mengoperasikan 10 pesawat Boeing 737-800 MAX sedangkan Garuda Indonesia satu pesawat.

Langkah yang dilakukan sejak Oktober 2018 itu meliputi prosedur operasional, pelatihan tambahan, hingga tindak lanjut airworthiness directive. "Kami ikuti petunjuk yang telah dikeluarkan FAA," kata Polana.

Ia meminta semua maskapai di Indonesia mematuhi prinsip Safety, Security, Service, and Compliance (3S+1C) dalam dunia penerbangan. Bukan hanya itu, penumpang juga diimbau ikut menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan karena memiliki andil menciptakan keselamatan mulai sejak terminal bandara, dalam pesawat, hingga bandara tujuan.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait