Kolumbia Masuk jadi Anggota, Optimisme Negara Produsen Sawit Meningkat

Perkumpulan Negara Produsen Kelapa Sawit Dunia (CPOPC) mengapresiasi langkah Kolombia yang turut bergabung sebagai negara produsen sawit terbesar dunia.
Michael Reily
28 Februari 2019, 18:47
Kelapa sawit
Arief Kamaludin|KATADATA
Kebun pembibitan kelapa sawit di Riau.

Perkumpulan Negara Produsen Kelapa Sawit Dunia (CPOPC) mengapresiasi langkah Kolombia yang turut bergabung sebagai negara produsen sawit terbesar keempat dunia. Kehadiran produsen sawit dari Amerika Selatan itu dinilai turut memberi optimisme kepada negara penghasil sawit lainnya yaitu Indonesia dan Malaysia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan tiga anggota CPOPC memiliki kontribusi sebesar 90% dari produksi global. "Kolombia yang masih dalam proses menjadi anggota tetap ikut hadir menambah suara dalam melawan diskriminasi terhadap minyak sawit," kata Darmin di Jakarta, Kamis (28/2).

(Baca: Negara Produsen Sawit Khawatirkan Diskriminasi Uni-Eropa Melalui PBB)

Dia menjelaskan, secara teknis, Kolombia sudah menjadi anggota CPOPC. Namun, butuh proses internal untuk mengesahkan keanggotaan seperti persetujuan dari parlemen negara. Setelah itu, secara resmi CPOPC memiliki tiga negara sebagai anggota tetap.

Advertisement

Optimisme itu juga dirasakan oleh pelaku usaha. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta mengungkapkan Kolombia memberikan tambahan suara. Sehingga, negara produsen sawit menjadi semakin kompak.

Lakshmi menjelaskan, sinergi antarnegara akan menajadi senjata utama untuk melawan diskriminasi terhadap minyak kelapa sawit, terutama dari Uni-Eropa. "Sekarang ada Kolombia yang sudah ikut serta, meski belum jadi anggota penuh," ujarnya.

(Baca: Gelar Pertemuan, CPOPC Dorong Negara Lain Jadikan Sawit Bahan Bakar)

Dia menambahkan, produsen sawit bakal terus mengajak pelaku usaha dari negara lain untuk melawan diskriminasi. Penjajakan CPOPC untuk merangkul produsen sawit lain rencananya juga bakal dilakukan kepada Pantai Gading dan Thailand.

Sementara itu, Direktur Unit Perencanaan Pertanian dan Pedesaan Kementerian Pertanian Kolombia Felipe Fonseca Fino menghargai partisipasi untuk ikut serta dalam CPOPC. "Kami berterima kasih telah memberikan ruang," kata Felipe.

Dia berjanji akan meningkatkan intensitas dalam kerja sama perusahaan kelapa sawit. Salah satunya adalah pembukaan investasi untuk pengolahan kelapa sawit di Kolombia.

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait