Finalisasi Tarif MRT, Anies: Tinggal Diumumkan

Saat ini, pemerintah provinsi sedang melakukan kajian final untuk menghitung tarif MRT Jakarta.
Michael Reily
22 Februari 2019, 15:10
Jusuf Kalla Kunjungi MRT
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Penampakan kereta MRT di Gedung Administrasi Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta (27/12). Saat ini MRT Jakarta sudah memiliki 16 set kereta. Sekadar kilas balik, kereta pertama dan kedua datang pada April 2018. Pada Agustus 2018, MRT Jakarta memulai tes integrasi persinyalan di jalur utama menggunakan kereta pertama.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mengumumkan tarif Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Saat ini, pemerintah provinsi sedang melakukan kajian final untuk menghitung tarif MRT Jakarta.

Anies menyebutkan kajian tarif MRT Jakarta bakal dihitung berdasarkan jarak per kilometer. “Tinggal diumumkan, sebelum data lengkap saya tidak akan umumkan (angkanya),” katanya di Jakarta, Jumat (22/2).

(Baca: Proyek MRT Capai 98%, Uji Coba Publik Berlangsung Akhir Maret 2019)

Oktober 2018 lalu, PT MRT Jakarta mengajukan tarif jarak terjauh, yakni Stasiun Lebak Bulus - Hotel Indonesia, sebesar Rp 13 ribu. Usulan tarif ini sudah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk diputuskan.

Advertisement

Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta Agung Wicaksono mengatakan Pemprov DKI akan segera memutuskan besaran tarif. Apalagi moda tersebut akan diujicoba Maret nanti. “Sekarang sudah di internal Pemprov DKI,” kata Agung di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Angka tersebut berasal dari kajian perusahaan tentang kesanggupan masyarakat membayar ongkos perjalanan MRT. Hasilnya, masyarakat akan membayar Rp 8.500 untuk 10 kilometer pertama. Sedangkan untuk rute selanjutnya, formulasi biaya yang dibebankan adalah Rp 700 per kilometer.

Saat ini, panjang MRT fase pertama mencapai 16 kilometer. “Sehingga rata-rata Rp 13 ribu. Tapi ini dari ujung ke ujung,” ujar Agung.

Usulan tarif ini juga telah menghitung dana subsidi. Namun dia belum dapat memberitahu besaran bantuan negara yang diberikan mengingat antara MRT Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta karena masih menyelesaikan mekanisme alokasi aset kedua pihak.

Sementara pada peninjauan sebelumnya pada November lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan pada moda transportasi massal  tersebut,  tarif  perjalanan yang dikenakan yakni sekitar Rp 8.000 - Rp 9.000.

(Baca: JK Minta Masyarakat Tak Corat-Coret dan Tepat Waktu Gunakan MRT)

Saat itu, Jokowi  sempat meninjau dan menjajal langsung  Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase I Bundaran Hotel Indonesia ke Lebak Bulus. 

Hadir bersama Jokowi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Direktur Utama PT. MRT Jakarta William Sabandar, serta Ketua Dewan Perwakilan Daerah DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

Usai melakukan peninjauan, Jokowi memastikan progres pengerjaan  MRT hanya tinggal 3%. Karenanya, dia menargetkan setelah uji coba berkala, moda ini diharapkan bisa mulai beroperasi pada Maret 2019 mendatang. 

"Tarifnya Rp 8.000 sampai Rp 9.000," kata Jokowi di Stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (6/11).

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait