Bertolak ke Madrid, Menpar Kenalkan Tiga Program Pariwisata Indonesia

Menpar akan memperkanalkan program Mobile Positioning Data (MPD), Sustainable Tourism Program, dan Homestay-Desa Wisata sebagai program unggulan.
Image title
Oleh Ekarina
24 Januari 2019, 16:04
Pantai Mandalika, NTB
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Sejumlah wisatawan mancanegara berada di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10/2017).

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan bakal membawa tiga misi pariwisata Indonesia dalam kiunjungannya ke Madrid, Spanyol  pada 23-27  Januari 2019. Dalam  ajang Feria Internacional de Turismo (FITUR) di Madrid, Spanyol,  pihaknya akan memperkenalkan sejumlah misi untuk mendukung pengembangan pariwisata nasional.

Fitur Madrid merupakan pameran industri pariwisata terbesar ketiga dunia, setelah Internationale Tourismus-Börse Berlin dan World Travel Market London. 

Pada ajang pameran tersebut, Menpar akan memperkanalkan program Mobile Positioning Data (MPD), Sustainable Tourism Program, dan Homestay-Desa Wisata sebagai program unggulan.

MPD merupakan cara baru menghitung jumlah wisatawan mancanegara dengan teknologi digital. Cara ini menurutnya akan bekerja 24 jam sehari, tujuh hari seminggu tanpa henti, sehingga jauh lebih up to date daripada survei atau  sensus.

Advertisement

"Jauh lebih akurat, lebih mudah, lebih murah, dan tidak ada campur tangan manusia," ujarnya.

MPD, kata dia, secara prinsip akan mengidentifikasi pergerakan mobile cellular sama dengan pergerakan orang. Setiap ponsel, punya identitas, yang kerap dinamakan Internet Protocol (IP), selain nomor teleponnya. Sinyal ponsel akan ditangkap oleh BTS atau antena, meskipun tidak melakukan pembicaraan ataupun mengirim teks.

"Dari ini kami bisa mendapatkan data yang akurat, bukan hanya jumlah, tetapi juga profil data pengunjung, lama tinggal, frekuensi berkunjung, sampai ke asal negaranya mana," kata Menpar.

Indonesia sudah menguji coba teknik baru ini sejak 2016, dengan diasistensi oleh UNWTO.

"Saya meyakini teknologi ini bisa diterapkan di seluruh dunia, dan UNWTO sudah mengakuinya. Kami sudah berkali-kali berdiskusi dan FGD dengan UNWTO, terutama yang ahli dalam bidang teknologi, dan mereka merekomendasi sebagai cara baru dalam statistik pariwisata," ungkap Menpar.

Sementara terkait komitmen Indonesia dalam pengembangan konsep Sustainable Tourism Development (STD), Sustainable Tourism Observatory (STO), dan menuju Sustainable Tourism Certification (STC) selama tiga tahun terakhir, Kemenpar juga mengklaim gencar membangun konsep pengembangan Pariwisata berkelanjutan tersebut.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait