Harga Beras Naik, Jokowi Instruksikan Bulog Gelar Operasi Pasar

Presiden menginstruksikan Bulog mengintensifkan operasi pasar untuk menekan harga.
Ameidyo Daud Nasution
28 Desember 2018, 05:00
Beras Cipinang
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Para buruh pengangkut beras sedang memindahkan beras di gudang beras, Pasar Induk Cipinang (18/10)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil beberapa menteri dan pejabat Bulog ke Istana Negara untuk membahas mengenai kenaikan harga beras  yang terjadi sejak tiga minggu terakhir. Dalam pertemuan itu, Jokowi menginstruksikan Bulog menggencarkan operasi pasar untuk menstabilkan harga beras. 

Pertemuan yang digelar Kamis sore (27/12) itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

"Presiden menginstruksikan Bulog menggelar operasi pasar lebih gencar lagi untuk menekan harga agar stabil." kata Darmin usai rapat tersebut.

(Baca: BPS Peringatkan Ada Indikasi Lonjakan Harga Beras pada Desember)

Advertisement

Menurutnya,  harga beras memang naik dalam beberapa waktu terakhir. Namun, kenaikannya tak terlalu signifikan atau hanya sekitar 0,4% untuk jenis medium dan 0,04% untuk beras premium.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional harga beras medium I secara rata-rata nasional naik Rp 50 menjadi Rp 11.900 per kilogram. 

Karenanya, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga yang besar, Jokowi meminta harga beras dapat ditekan dalam satu hingga dua bulan ke depan melalui operasi pasar.  Adapun fokus operasi pasar akan digelar di seluruh Indonesia, dimulai dari Jakarta.

"Pertanyaannya penetrasi Bulog seberapa luas, itu yang juga mau dicek Presiden," katanya.

Sedangkan Budi Waseso mengatakan siap menggelar operasi pasar pada  Januari hingga Maret 2019. Bulan tersebut dipilih karena pada periode tersebut petani umumnya belum memasuki masa panen raya. Dengan begitu pihaknya bisa melakukan intervensi dengan menggelontorkan beras di pasar untuk menekan jual harga beras.

"April, Mei, hingga Juni baru panen raya. Sebelum itu kami antisipasi agar tak ada lonjakan harga," kata Budi.

(Baca: Bulog Salurkan 200 Ton Beras untuk Korban Tsunami Selat Sunda )

Budi juga mengatakan  stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 2,2 juta ton. Kareananya, jumlah ini diniali  sangat memadai untuk mendukung operasi pasar mauoun keperluan lain. Dia juga berharap 1,5 juta ton beras dapat diserap dalam empat bulan ke depan.

"Karena Mei - Juni panen raya dan saya harus menyerap lagi sebanyak mungkin dari petani," katanya.

 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait