Bulog Salurkan 200 Ton Beras untuk Korban Tsunami Selat Sunda

Image title
Oleh Ekarina
26 Desember 2018, 10:11
Beras bulog
ANTARA FOTO/Rahmad
Tumpukan beras di Gudang Bulog di Lhokseumawe, Aceh, 31 Januari 2018.

Perum Bulog menggelontorkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar minimal 200 ton untuk setiap provinsi dan 100 ton per Kabupaten/Kota untuk korban bencana tsunami Banten dan Lampung.  Alokasi beras tersebut telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tanggap darurat seperti bencana alam dan rawan pangan.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menuturkan, pasokan beras Bulog bisa ditambah, jika jumlah yang digelontorkan dirasa kurang. "Bulog siap menambah CBP sesuai permintaan pemerintah. Perusahaan juga menyediakan kebutuhan pangan pokok lainnya yang dibutuhkan masyarakat seperti Daging Beku, Gula Pasir, Tepung Terigu, dan Minyak Goreng," kata Budi dalam keterangan resmi, dilansir Rabu (26/12).

(Baca: Meleset dari Target, Serapan Beras Bulog dari Petani Cuma 1,5 Juta Ton)

Menurutnya, stok beras yang tersedia di Bulog DKI & Banten dan Bulog Lampung saat ini tercatat sebesar 370.000 ton. Jumlah tersebut dinilai aman untuk ketahanan stok beberapa bulan kedepan sehingga masyarakat dan pemerintah daerah tak pelu khawatir dengan kondisi pasokan saat ini.

"Stok beras BULOG secara nasional lebih dari 2,2 juta ton, gudang-gudang BULOG di seluruh Indonesia siap menyalurkan stok tersebut bila sewaktu-waktu dibutuhkan Pemerintah baik untuk bencana alam maupun untuk stabilisasi harga" ujarnya.

(Baca: Fokus Pencarian Korban, BNPB: 429 Meninggal Akibat Tsunami Selat Sunda)

Selain menyalurkan bantuan melalui CBP, Bulog telah menyalurkan bantuan awal berupa sembako dan kebutuhan lainnya pada H+1 setelah bencana melalui BULOG Subdivre Lebak di Posko bencana di kecamatan Labuan Pandeglag dan BULOG Divre Lampung di posko becanda di kalianda lampung senilai Rp 100 juta. Dana tersebut diambil dari program Corporate Social Responsibility (CSR).

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait