Pemerintah Kaji Penggunaan Dana BPDP untuk Sewa Kapal Penyimpanan FAME

Perhitungan biaya sewa kapal sebagai floating storage dinilai lebih murah daripada distribusi ke 112 titik.
Michael Reily
19 November 2018, 21:27
Biosolar 15
Arief Kamaludin | Katadata

Pemerintah  tengah membahas kemungkinan penggunaan dana insentif Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit untuk mendanai sewa kapal gudang terapung (floating storage) milik PT Pertamina (Persero). Mekanisme baru pengiriman Fatty Acid Methyl Esters (FAME) rencananya baru akan mulai pada 1 Januari 2019.

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan menyatakan perhitungan biaya sewa kapal sebagai floating storage lebih murah daripada distribusi ke 112 titik. "Teorinya tidak sebesar biaya pengiriman langsung, lebih baik ke titik yang lebih kecil," kata Paulus di Jakarta, Senin (19/11).

Namun, kemungkinan penggunaan dana BPDP Kelapa Sawit hingga saat ini belum bisa dipastikan karena  masih dalam proses  pembahasan. Aprobi bakal menyewa dua kapal milik Pertamina sebagai tempat penyimpanan FAME secara business to business (b-to-b).

(Baca: Badan Usaha Bahan Bakar Nabati Wajib Sediakan 10 Tangki Apung FAME)

Advertisement

Menurutnya,  dengan proses penyederhanaan pengiriman untuk 112 titik menjadi 25 lokasi mulai tahun depan bakal memudahkan rantai distribusi. "Itu untuk suplai 120 ribu kiloliter ke Balikpapan yang bakal bergerak ke wilayah timur," ujarnya.

Ukuran kapal milik Pertamina berkapasitas 35 ribu kiloliter, sehingga floating storage di Balikpapan bakal berkapasitas sebesar 70 ribu kiloliter. Nantinya, produsen bahan bakar nabati bakal mengirimkan FAME setiap dua minggu sekali.

(Baca: Mulai Desember, Skema Penyaluran Bahan Baku B20 Diubah)

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana menyatakan rekonfigurasi distribusi merupakan langkah penyederhanaan. Sebab,  disytribusi FAME ke 112 titik lokasi menjadi salah satu alasan program mandatori B20 tak berjalan optimal.

Meski begitu, dia belum menjelaskan detail  seperti apa skema pembiayaan sewa kapal Pertamina oleh Aprobi nanti. "Biaya ongkos angkut masih tetap oleh BPDP Kelapa Sawit," kata Rida.

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait