Diperiksa KPK Terkait Suap Meikarta, Eks-Bupati Bekasi Minta Maaf

Febri menyatakan KPK berupaya terus mendalami peran masing-masing tersangka dalam kasus suap Meikarta melalui pemeriksaan silang.
Michael Reily
23 Oktober 2018, 08:00
Neneng di KPK
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (22/10/2018). KPK melakukan pemeriksaan perdana terhadap Neneng Hassanah pascapenahanan dalam kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hassanah Yasin menyatakan permintaan maaf usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus suap megaproyek Meikarta. Dia juga mengaku bakal bertindak kooperatif dalam proses pemeriksaan.

"Saya mengucapkan permohonan yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Bekasi, saya menyatakan akan kooperatif dengan KPK," kata Neneng di Jakarta, Senin (22/10).

Neneng merupakan salah satu tersangka yang diperiksa sebagai saksi atas tersangka lain. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebutkan ada 8 orang tersangka yang diperiksa dalam bentuk pemeriksaan silang.

(Baca: KPK Periksa Saksi Dugaan Kasus Suap Meikarta)

Advertisement

Dari pihak swasta, saksi kasus suap Meikarta yakni Henry, Taryudi, dan Fitra Djaja. Sedangkan dari pemerintahan adalah Neneng, Neneng Rahmi (Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi), Jamaludin (Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi), Sahat (Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi), dan Dewi Tisnawati (Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi).

Febri menyatakan KPK berupaya terus mendalami peran masing-masing tersangka dalam kasus suap melalui pemeriksaan silang. Selain itu, dugaan pihak yang menerima suap juga akan terus dikerucutkan mulai dari tingkat kepala dinas hingga bupati.

KPK akan memfokuskan pemeriksaan Neneng, terkait kewenangannya mulai dari proses perizinan dan persetujuan tata ruang terkait proyek Meikarta. KPK pun akan terus melakukan pemeriksaan secara bertahap.

(Baca: KPK Duga Suap Pejabat Lippo ke Bupati Bekasi untuk Dapat IMB Meikarta)

Menurutnya, pemeriksaan tahap awal adalah pemeriksaan perdana setelah KPK melakukan penggeledahan di 12 lokasi. "Kami mendalami proses pembicaraan sampai dengan realisasi pemberian komitmen fee tersebut," ujar Febri.

Selain delapan orang tersangka, KPK akan memanggil saksi lain sebagai pelengkap pemeriksaan. Nantinya, KPK menyiapkan informasi tentang jadwal pemeriksaan saksi baru tersebut.

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait