Kemenperin Rampungkan Kajian Draft Perpres Mobil Listrik

Industri otomotif Indonesia masih menunjukkan geliat positif di tengah dinamika perekonomian dunia.
Michael Reily
18 Oktober 2018, 06:00
Serah Terima Mobil Listrik
Michael Reily|Katadata
Alat pengisian ulang mobil listrik

Kementerian Perindustrian telah merampungkan proses kajian rancangan Peraturan Presiden tentang kendaraan bermotor listrik. Rancangan kebijakan itu juga sudah dikirim kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman pada 15 Oktober 2018 untuk kemudian dikoordinasikan dan disetujui Presiden Joko Widodo.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menyatakan rancangan terbaru merupakan peralihan dari kajian Perpres yang sebelumnya dibahas di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Rancangan Perpres masih terdapat pasal-pasal khususnya yang terkait dengan pengembangan industri,” kata Putu dalam keterangan resmi  yang diterima Katadata.co.id, Rabu (17/10).

(Baca: Jokowi Minta Toyota Tambah Investasi dan Kembangkan Mobil Listrik)

Advertisement

Dia menjelaskan kebijakan industri otomotif nasional perlu diselaraskan dengan peraturan perundangan. Karenanya, proses penyusunan Perpres kendaraan listrik juga sebelumnya dikaji melalui koordinasi dan pembahasan kompeherensif dengan sejumlah stake holder terkait, seperti kalangan akademisi, pelaku industri, dan institusi sesuai dengan peta jalan pengembangan industri kendaraan bermotor.

Beberapa pihak yang juga ikut diikutsertakan guna memberi masukan untuk pengembangan industri ini adalah Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM), serta Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), Institusi independen seperti Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Institut Otomotif Indonesia (IOI).

Kementerian Perindustrian juga melibatkan institusi independen dalm proses pembahasan, seperti peneliti dari institusi pendidikan seperti LPEM UI dan ITB, serta pelaku industri lokal di antaranya GESITS, Molina, Aplikabernas, dan MAB.

(Baca juga: Gaikindo Khawatir Pengembangan Mobil Listrik Matikan Industri Otomotif)

Kemenperin menyebut industri otomotif di Indonesia masih menunjukkan geliat positif dalam meningkatkan kinerjanya di tengah tekanan dinamika perekonomian global. “Sektor strategis ini struktur manufaktur akan berdaya saing global serta mampu memenuhi kebutuhan di pasar domestik dan ekspor,” ujar Putu.

Pada 2017, industri otomotif berkontribusi terhadap  perekonomian nasional sebesar 10,16% serta mampu menyerap 350 ribu orang tenaga kerja langsung  dan 1,2 juta orang tenaga kerja tidak langsung.

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait