Pemerintah Dorong Peningkatan Kerja Sama Perdagangan Indonesia-AS

Pemerintah mendorong peta jalan perdagangan Indonesia dan AS yang mencapai US$ 50 miliar segera direalisasikan.
Michael Reily
28 September 2018, 14:17
Pelabuhan ekspor
Arief Kamaludin | Katadata

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meminta pengusaha Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan perdagangan bilateral. Alasannya, kedua negara yang memiliki populasi besar, namun hanya mencatat neraca perdagangan sebesar US$ 28 miliar.

Enggar menyebutkan, total ekspor Indonesia ke AS tahun lalu hanya sebesar US$ 21,1 miliar atau hanya berkontribusi sebesar 0,86% terhadap total impor AS. "Kita bisa tingkatkan kemitraan di berbagai sektor yang potensinya besar," katanya dalam pidato di depan America Chamber di Jakarta, Kamis (27/9).

Selain itu, AS yang menjadi mitra dagang kedua Indonesia hanya menyumbang 5,2% dari total impor Indonesia tahun lalu yang mencapai US$ 156 miliar. Sehingga, dia mendorong direalisasikannya road map perdagangan Indonesia dan AS yang mencapai US$ 50 miliar.

(Baca : Nego Fasilitas Bea Masuk, RI-AS Naikan Transaksi Dagang US$ 50 Miliar)

Advertisement

Ekspor Indonesia ke AS akan mendukung industri di negara berjuluk Negeri Paman Sam itu. Sedangkan sebagian bahan baku hasil ekspor Indonsia juga berasal dari bahan baku dari AS. Dengan demikian, kerja sama tersebut akan menguntungkan keduanya,  contohnya untuk produk kapas yang diimpor dari AS akan dikirim lagi dalam bentuk komoditas tekstil.

Bukan itu saja, Indonesia juga menyumbang bahan baku besi dan baja untuk diproduksi kembali menjadi produk bernilai tambah seperti pesawat. "Lion Air memiliki komitmen terbesar dalam sejarah untuk pembelian Boeing," ujar Enggar.

(Baca : Pertahankan Fasilitas Bea Masuk Impor, Pemerintah Raih Dukungan di AS)

Dia juga menyebutkan, Indonesia memiliki 5 pulau besar dan 17 ribu pulau kecil, sehingga potensi AS untuk melakukan investasi sektor infrastruktur juga masih besar. Beberapa proyek yang ditawarkan adalah pembangunan 1.000 kilometer jalur kereta api, 8 bandara, 10 pelabuhan, 96 tol laut, serta 30 kawasan ekonomi khusus.

Secretary Governor Amcham Mark Winkel mengungkapkan ide Indonesia untuk peningkatan perdagangan kedua negara merupakan usulan yang baik. Sebab, Indonesia juga melakukan peningkatan ekspor produk bernilai tambah.

Amcham pun berkomitmen untuk ikut serta dalam membantu proses peningkatan perdagangan dan investasi. "Kami senang mendengar kabar itu," kata Winkel.

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait